BI Prediksi Inflasi November 2020 0,21 Persen

0
95

LiputanIslam.com— Bank Indonesia (BI) memprediksi akan terjadi inflasi pada November 2020 di angka 0,21 persen. Angka tersebut didasarkan pada survei pemantauan harga yang dilakukan BI pada minggu kedua.

Direktur Eksekutif dan Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, dengan angka tersebut, inflasi November secara tahun kalender sebesar 1,17 persen dan 1,53 persen secara tahunan.

“Perkiraan inflasi November 2020 secara tahun kalender sebesar 1,17 persen (ytd) dan secara tahunan sebesar 1,53 persen (yoy),” kata Onny, Jumat (13/11).

Baca: Core: Inflasi Tahun Ini Terendah Sepanjang Sejarah Indonesia

Inflasi tersebut disumbang oleh kenaikan harga pangan, seperti daging ayam sebesar 0,08 persen, cabai merah sebesar 0,03 persen, telur ayam ras dan bawang merah masing-masing sebesar 0,02 persen, serta cabai rawit, minyak goreng, tomat dan bawang putih masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sementara itu, terjadi penurunan harga (deflasi) pada tarif angkutan udara dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,01 persen.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah menerangkan, inflasi didorong oleh konsumsi yang mulai meningkat seiring dengan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan adanya bantuan dari pemerintah.

Meski begitu, menurutnya, pertumbuhan konsumsi masih negatif karena kelompok menengah ke bawah masih mengalami keterbatasan daya beli.

Dalam hal ini, BI menyampaikan, pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mengawasi dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian dari waktu ke waktu. (sh/kontan/cnnindonesia)

 

DISKUSI: