Indonesia Alami Resesi, Ekonom: Ekonomi Kuatal IV Masih Negatif

0
123

Sumber: voi.id

LiputanIslam.com— Indonesia telah mengalami resesi karena ekonominya selama dua kuartal berturut-turut tumbuh negatif, -5,32 persen pada kuartal II dan -3,49 persen pada kuartal III 2020. Terlihat ada perbaikan secara kuartal meski masih negatif.

Staf Khusus Presiden Arif Budimanta mengungkapkan, pemulihan ekonomi tengah berlangsung dengan penyaluran anggaran pemerintah. Ia mengaku optimis pertumbuhan ekonomi pada kuartal selanjutnya akan lebih baik.

Baca: Indonesia Resmi Alami Resesi, Ini Dampaknya terhadap Masyarakat

“Pada kuartal empat, sisa anggaran akan terus disalurkan untuk menstimulasi perekonomian. Kita optimis, pemulihan ekonomi akan berada di trek yang tepat,” ujarnya.

Akan tetapi, Ekonom Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja memprediksi, ekonomi Indonesia masih akan tumbuh negatif pada kuartal empat di angka -0,30 persen.

Prediksi tersebut didasarkan pada tingkat mobilitas masyarakat Indonesia dan perkembangan Covid-19. Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang masih akan diberlakukan akan menghambat mobilitas masyarakat sehingga akan berpengaruh pada roda ekonomi.

Menurutnya, ekonomi Indonesia baru akan tumbuh positif pada kuartal I tahun depan. Hal ini akan didorong oleh ketersediaan vaksin, kemampuan beradaptasi di tengah pandemi dan konsumsi masyarakat.

“Kita harapkan ekonomi Indoneisa bisa kembali ke zona pertumbuhan positif pada kuartal pertama 2021, mengarah ke pertumbuhan tahunan 4,3 persen secara full year,” kata dia, Jumat (6/11).

Meski begitu, kecepatan pemulihan ekonomi masih dipenuhi dengan ketidakpastian. Sebab, kinerja ekonomi sangat ditentukan dengan tingkat penyebaran Covid-19 dan penegakan protokol kesehatan di seluruh Indonesia.

Dilihat dari tingkat penyebaran Covid-19, ada bebera risiko penurunan terhadap pemulihan ekonomi. Berdasarkan data UOB, terjadi peningkatan kasus harian sejak Oktober lalu. Artinya, penularan masih berpotensi terus menyebar.

Selain itu, akselerasi bergantung pada efektivitas pencairan dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan kecenderungan masyarakat untuk membelanjakannya. (sh/republika/cnbcindonesia)

 

 

DISKUSI: