Ekonom Indef: Indonesia Bakal Turun Jadi Negara Berpenghasilan Menengah ke Bawah

0
117

Sumber: katadata.co.id

LiputanIslam.com— Bank Dunia (World Bank) belum lama mengklasifikasikan Indonesia sebagai negara berpenghasilan menengah ke atas (upper middle income country). Hal ini didasarkan pada hitungan terhadap penghasilan nasional bruto atau gross national income (GNI).

Menurut Bank Dunia, negara yang berpenghasilan menengah ke atas adalah yang GNI per kapitanya mencapai 4.046-12.535 dolar AS. Pada 2019, GNI Indonesia naik menjadi 4.050 dolar AS. Kenaikan tersebut membuat Indonesia dikategorikan sebagai negara berpenghasilan menengah ke atas.

Baca: Indonesia Naik Jadi Negara Menengah ke Atas, Kemiskinan Malah Meningkat

Akan tetapi, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus meramal Indonesia akan turun kelas menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah (lower middle income country). Negara berpenghasilan menengah ke bawah adalah yang GNI per kapitanya sebesar 1.036-4.045 dolar AS.

“Potensi turun bisa terjadi. Jadi perhitungannya GNI, buka GDP saja. Ini juga harus melihat jumlah penduduk Indonesia dan penduduk Indonesia yang ada di luar. Lalu, dibagi jumlah penduduk. Jika GDP turun akan berpengaruh,” kata dia, Rabu (14/10).

Menurut dia, Indonesia akan turun kelas karena kontraksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,32 persen pada kuaral II 2020. Kondisi ini bisa membuat GDP RI semakin turun.

Selain itu, Nilai tukar rupiah juga bisa pengaruhi GNI Indonesia karena GNI juga dihitung dari nilai tukar. Di masa pandemi ini, nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif. Jika mengalami pelemahan, GNI Indonesia akan terdampak.

“GNI ini dihitung dari nilai tukar juga. Kalau terdepresiasi, rupiah anjlok bisa pengaruh karena GNI dihitung dengan dolar. Lalu indikator lainnya GDP, GDP ini kan pendapatan orang diakumulasi,” ujarnya. (sh/liputanislam/cnnindonesia)

DISKUSI: