PSBB Diperpanjang, HIPPI: Omzet Pengusaha Anjlok 80 Persen

0
151

Sumber: katadata.co.id

LiputanIslam.com— Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk memperpanjang PSBB di Jakarta mulai 28 September hingga 11 Oktober 2020. Perpanjangan masa PSBB dilakukan karena kasus COVID-19 masih berpotensi untuk meningkat.

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengungkapkan, perpanjangan PSBB di Jakarta sangat membebani dunia usaha. Kondisi tersebut membuat omzet para pengusaha anjlok hingga 80 persen.

“Dengan perpanjangan PSBB ini sudah pasti semakin memberatkan pengusaha mulai transaksi yang minim, omzet yang turun hingga 80 persen, cashflow semakin tertekan serta biaya operasional akan semakin membebani pengusaha,” ungkapnya, Jumat (25/9).

Baca: Jakarta Terapkan PSBB Lagi, Ini Kata Sri Mulyani

Dia menuturkan, jika pandemi tidak juga diatasi, banyak masalah yang akan muncul, seperti meningkatnya angka PHK, semakin bertambanya UMKM yang tutup, dan meningkatnya angka kemiskinan.

Oleh karena itu, menurutnya, masyarakat harus punya kesadaran yang tinggi untuk melaksakan protokol kesehatan agar penularan kasus COVID-19 bisa ditekan sehingga perekonomian bisa pulih.

“Semakin cepat kita mampu mengendalikan dan menekan penularan COVID-19 maka akan semakin cepat pula kita memulihkan perekonomian,” ujarnya.

Ketua persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Krisnadi mengatakan, jika PSBB terus diperpanjang, perusahaan tak akan bisa lagi membiayai gaji pegawai karena penghasilan yang menurun.

“Saya lagi coba mendata, Kalau ini diperpanjang, misalnya Oktober belum habis dan diperpanjang lagi saya memperkirakan pengusaha udah enggak tahan dan akan mem-PHK karyawan,” kata dia.

Dia menyebutkan, per Mei 2020, jumlah hotel plus restoran di Jakarta yang tutup akibat PSBB sudah mencapai seratus.  Sebagian besar hotel dan restoran tersebut belum kembali buka.

“Namanya enggak ada bisnis kan? mereka enggak mungkin (biaya) overhead yang ada. Tapi, kan, usaha-usaha ini kalau sudah tutup mereka susah lagi. Jadi ya bahaya kalau kondisinya enggak bisa segera membaik,” ucapnya. (sh/cnnindonesia/liputan6)

 

 

 

DISKUSI: