Indonesia Dipastikan Resesi, Ini Dampaknya bagi Masyarakat

0
130

Sumber: tribunnews.com

LiputanIslam.com— Menteri Keuangan memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III di kisaran -2,9 persen hingga -1 persen. Artinya, Indonesia dipastikan akan mengalami resesi karena perekonomian terkontraksi selama dua kuartal berturut-turut.

“Artinya negatif territory kemungkinan terjadi pada kuartal 3,” kata Sri Mulyani, Selasa (22/9).

Menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, resesi akan berdampak besar bagi masyarakat. Dengan terjadinya resesi, pengangguran dipastikan akan bertambah lebih banyak.

Baca: PSBB Jakarta, Ekonom: Resesi Tak Terhindarkan

Dia menjelaskan, kemampuan industri untuk berproduksi masih tertahan akibat pandemi Covid-19. Banyak perusahaan yang tak mampu membayar karyawannya. Untuk itu, PHK menjadi hal yang tidak bisa dihindari.

“Nah gelombang ketiga PHK ini akan merata di hampir semua sektor, termasuk perdagangan, transportasi, dan bisnis property,” ujarnya.

Dengan adanya gelombang PHK, jumlah pengangguran di Indonesia akan semakin bertambah. Hal ini juga disampaikan oleh Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet.

“Dampak lain ialah potensi semakin bertambahnya jumlah pengangguran karena kalau kita melihatkan di beberapa survei BPS, khususnya beberapa hari ini disebutkan bahwa banyak sektor yang kemudian melakukan pemutusan hubungan kerja kepada karyawannya,” ucapnya.

Selain itu, resesi juga akan membuat angka kemiskinan semakin meningkat. Pekerja yang hilang sumber pendapatannya karena di PHK menjadi rentan sehingga jumlah penduduk miskin bisa bertambah.

Berdasarkan data Bank Dunia, sebanyak 45 persen atau mencapai 115 juta populasi penduduk Indonesia masuk kategori rentan atau terancam kembali masuk kategori miskin.

“Apalagi jumlah penduduk rentan dan hampir miskin di Indonesia ini angat besar, guncangan ekonomi seperti resesi akan membawa mereka turun kelas menjadi penduduk miskin,” tuturnya. (sh/kompas/cnbcindonesia/detik)

 

 

DISKUSI: