Indonesia di Ambang Resesi, Mahfud MD: Resesi Beda dengan Krisis

0
173

sumber foto: terkini.id

LiputanIslam.com— Ekonomi Indonesia saat ini berada di ambang resesi seiring kontraksi ekonomi yang terjadi pada kuartal II 2020 sebesar 5,32 persen.

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, meski Indonesia di ambang resesi, masyarakat tidak perlu terkejut karena resesi beda dengan krisis.

“Saudara objektif saja, dan tak bisa disembunyikan, kita ini sedang di ambang resesi, ini yang menyebabkan kita harus bekerja keras di dalam dua cabang atau dua anak panak kebijakan pemerintah, tapi jangan terlalu kaget menjadi, wah kita ini akan resesi,” kata Mahfud, Kamis (27/8).

Baca: Core: Ancaman Resesi Sudah di Depan Mata

Dia menjelaskan, resesi itu istilah teknis dari situasi di mana pertumbuhan ekonomi suatu negara minus dalam dua kuartal berturut-turut. Maka dari itu, resesi berbeda dengan krisis. Dia pun mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali ekonomi agar tidak terjadi krisis meski terjadi resesi.

“Kalau tidak bisa itu, tetap seperti yang diperkirakan di bawah nol, kita hidupkan ekonomi masyarakat agar tidak terjadi krisis meski terjadi resesi. Ini penting dipaham bahwa resesi dan krisis itu beda. Karena secara politik itu sudah banyak yang akan menggunakan, wah kalau nanti terjadi krisis mari kita hantam pemerintah, mari kita bikin ini dan bikin itu,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan Indonesia masih punya waktu 1,5 bulan di kuartal III ini untuk melakukan semua instrumen kebijakan untuk memulihkan ekonomi.

“Masih ada 1,5 bulan dan pemerintah akan gunakan semua instrument untuk terus menjaga pemulihan atau pembalikan ekonomi ke arah positif,” ungkapnya, Jumat (28/8). (sh/detik/cnbcindonesia)

 

 

DISKUSI: