Sajadah Impor Asal China Banjiri Pasar, Pabrik Lokal PHK Masal

0
139

Sumber: repelita.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Lonjakan sajadah impor asal China dalam beberapa tahun terakhir mengancam industri tekstil dalam negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor karpet, sajadah, dan penutup tekstil lainnya mengalami lonjakan pada periode 2017 hingga 2019 dengan tren sebesar 25,2 persen.

Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Rizal Tanzil Rakhman mengatakan API mewakili industri karpet dan sajadah dalam negeri telah mengajukan permohonan safeguard ke Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI).

Baca: BI: Kinerja Industri Pengolahan Anjlok pada Kuartal II 2020

Rizal menyampaikan, permohonan safeguard tersebut diajukan untuk menghindari terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang besar.

“Kami harapkan dapat segera dikabulkan agar industri karpet sajadah dalam negeri dapat diselamatkan dan menghindari terjadinya banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masif,” kata dia, Sabtu (22/8).

Peningkatan tren impor karpet telah membuat penurunan pangsa pasar domestik industri dalam negeri. Industri dalam negeri terpaksa mengurangi produksinya. Hal ini menyebabkan adanya penumpukan persediaan bahan baku dan barang jadi dalam jumlah besar.

“Tak bisa dihindari adanya penumpukan persediaan bahan baku dan barang jadi dalam jumlah yang besar hampir di semua pabrik. Utilitasi dari kapasitas terpasang kurang dari 40 persen,” ungkapnya.

Dengan turunnya produksi, otomatis banyak terjadi pengurangan karyawan. Kinerja keuangan dalam negeri telah mengalami penurunan yang signifikan. (sh/cnbcindonesia/kompas)

DISKUSI: