Sekpres Ungkap Makna Baju Adat Jokowi dalam Upacara HUT RI

0
124

Sumber: Monitor

LiputanIslam.com — Berdasarkan keterangan dari Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin (17/8), Presiden Joko Widodo mengenakan baju adat dari Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, saat menjadi Inspektur Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka kemarin.

Baju adat yang dikenakan Presiden Jokowi didominasi warna merah dengan paduan kemeja putih. Lengkap dengan aksesori. Tentunya, baju adat yang dikenakan Presiden Jokowi penuh dengan makna mendalam.

Dalam baju adat itu, terdapat kain motif Kaif berantai nunkòlo. Motif tersebut sudah dimodifikasi dari bentuk belah ketupat (motif geometris) dengan batañg tengah yang berartì sumber air, dan bagian pinggir bergerigi melambangkan wilayah yang berbukit dan berkelok-kelok. Sedangkan warna merah melambangkan keberanian laki-laki nunkolo.

Sejumlah aksesoris yang disematkan di pakaian adat itu untuk menambah indah kain tenun, dan tentunya memiliki makna kegunaan praktis.

Aksesoris dester yakni ikat kepala atau Pilu. Ada tiga jenis Yi U Raja dengan bentuk dua tanduk kecil yang artinya fungsi Raja yang melindungi.

Kemudian, ikat di kepala sebagai penutup kepala untuk pelindung yang menjadi tanda kebesaran Raja sebagai Mahkota.

Baca juga: Peringati HUT RI di Tengah Pandemi Bukti Indonesia Masih Dijajah

Selanjutnya Tas sirih pinang dan kapur. Aksesoris itu untuk menunjukkan budaya makan sirih pinang sebagai budaya pemersatu atau persatuan dan juga melambangkan tanda kasih dan hormat. Maka tas sirih pinang selalu dikenakan.

Dalam upacara kemerdekaan kali ini, Presiden memasuki lapangan upacara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker berwarna putih yang sepadan dengan warna pakaian adat dari Timor Tengah Selatan itu. (Ay/Antara/Jawa Pos)

DISKUSI: