Peringati HUT RI di Tengah Pandemi Bukti Indonesia Masih Dijajah

0
81

Sumber: Antara

LiputanIslam.com — Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai peringatan Hari Ulang Tahun Ke-75 RI dalam suasana pandemi COVID-19 telah menyadarkan semua pihak bahwa bangsa Indonesia belum terlepas dari berbagai bentuk penjajahan.

“Bukan penjajahan atas nama kolonialisme maupun imperialisme dalam bentuk intervensi militer. Tetapi, penjajahan atas rasa takut terhadap kesehatan, penjajahan atas rasa takut terhadap kebodohan, dan penjajahan atas rasa takut terhadap kemiskinan,” kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Senin (17/8), usai menjadi pembaca Teks Proklamasi dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Indonesia, di Istana Negara

Dia menilai Indonesia harus tetap semangat dan yakin bahwa berbagai bentuk penjajahan, seperti kemiskinan dan kebodohan akan bisa diatasi. Karena itu dengan semangat bersama dan gotong royong, masyarakat bisa wujudkan Indonesia maju.

Bamsoet mengatakan Presiden Pertama RI Soekarno dalam pidato pembukaan Konferensi Asia Afrika pada 18 April 1955 telah meluruskan bahwa kolonialisme juga memiliki pakaian modern berupa penguasaan ekonomi, intelektual, maupun material.

Menurut dia, bung Karno dalam pidato Hari Pahlawan 10 November 1961 juga telah memperingatkan bahwa perjuangan yang dilakukannya bersama para pendahulu bangsa lebih mudah karena mengusir penjajah namun perjuangan generasi masa depan akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri.

Baca juga: Upacara HUT RI Ke-75 Daring Dapat Penghargaan Dunia

“Pendapat tersebut saat ini semakin nyata, hanya segelintir orang saja yang memiliki akses terhadap kekayaan. Laporan Global Wealth Report 2020 dari Boston Consulting Group menempatkan Indonesia di peringkat empat negara dengan tingkat kesenjangan tertinggi di dunia, setelah Rusia, India, dan Thailand,” ujarnya.

Menurut politisi Partai Golkar itu menjelaskan walaupun kekayaan per orang meningkat 6 kali lipat selama periode 2000-2016, namun setengah aset kekayaan di Indonesia dikuasai hanya 1 persen orang terkaya, kesenjangan antara kaya dan miskin mencapai 49 persen. Hal tersebut memperlihatkan kekayaan rata-rata penduduk Indonesia masih rendah. (Ay/Antara/Detik)

DISKUSI: