Menko PMK: Masyarakat Digital Malas Serap Informasi Secara Menyeluruh

0
181

Sumber: beritagar.id

LiputanIslam.com— Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Efffendi menilai iliterasi modern atau buda huruf modern merupakan tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini.

Muhadjir mengatakan, di tengah kemudahan dalam mengakses informasi di era digital, masyarakat justru malas untuk mengakses informasi secara utuh. Ini yang dimaksud dengan buta huruf atau iliterasi modern.

“Dengan informasi yang melimpah, justru masyarakat menjadi malas menyerap informasi secara menyeluruh. Itulah yang disebut dengan buta huruf modern, bukan karena tidak bisa baca atau tulis,” kata dia, Minggu (16/8).

Baca: OJK: Tingkat Literasi Keuangan Masyarakat Masih Rendah

Dia menjelaskan, ada dua jenis iliterasi modern, yaitu urban iliterasi dan rural iliterasi. Yang pertama adalah kondisi di mana terdapat informasi yang luas, tapi masyarakat gagal menangkap dan memahaminya, seperti seseorang yang membaca berita tapi judulnya saja.

“Informasi supervisial, terpenggal. Ini sangat berbahaya,” tegasnya.

Sedangkan rural iliterasi adalah kondisi di mana akses informasi terbatas sehinga informasi yang didapatkan tidak utuh. Hal ini biasanya terjadi di wilayah desa terpencil yang minim informasi dari dunia luar.

“Keduanya sangat berbahaya karena bisa menimbulkan misinformasi. Tantangan teknologi informasi di era modern bukan jadi pemerataan informasi justru menumpuk, sedangkan yang tidak mendapatkan akses semakin tertinggal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye I Jaringan Pegiat Literasi Digital Dr Lestari Nurhajati mengatakan, masyarakat Indonesia mesti lebih banyak lagi mempelajari literasi media digital.

“Ini penting sekali kita pelajari bersama,” ucapnya.

Dia menyampaikan, dengan mempelajari literasi media digital, masyarakat bisa membuka wawasan lebih luas dan tidak terjebak dengan informasi yang tidak valid.

“Intinya kita harus kritis pada setiap informasi yang masuk ke kita,” ujarnya. (sh/kompas/antaranews)

 

DISKUSI: