Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 6.047 Triliun pada Kuartal II 2020

0
152

Sumber: cnbcindonesia.com

LiputanIslam.com— Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal II 2020 mencapai 408,6 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 6.047 triliun (kurs Rp 14.800 per dolar AS).

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, ULN pada kuartal II 2020 naik 5 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya.

Onny menjelaskan, peningkatan utang berasal dari transaksi penarikan yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta pada periode April-Juni 2020.

Baca: Utang Pemerintah Terus Membengkak, Ma’ruf Amin: Masih di Posisi Aman

“Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga berkontribusi pada peningkatan nilai ULN berdenominasi rupiah,” jelasnya.

Dengan demikian, rasio utang Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) saat ini mencapai 37,3 persen  atau meningkat dibandingkan kuartal II 2019 sebesar 34,5 persen. Berdasarkan jatuh tempo, sekitar 89 persen merupakan utang jangka panjang dan 11 persen sisanya adalah utang kangka pendek.

Terkait utang pemerintah, BI mencatat adanya kenaikan sebesar 2,1 persen menjadi 196,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 2.898,37 triliun. Kenaikan ini terjadi seiring penerbitan Sukuk Global untuk memenuhi target pembiayaan, termasuk satu seri green Sukuk yang mendukung pembiayaan perubahan iklim.

“Selain itu, arus masuk modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) yang masih cukup tinggi mengindikasikan persepsi yang positif terhadap pengelolaan kebijakan makroekonomi dalam memitigasi dampak pandemi Covid-19,” ujarnya.

Meskipun naik, dia menilai, ULN Indonesia masih dalam posisi aman. Pemerintah tetap berusaha mengelola utang dengan menerapkan prinsip kehati-hatian.

“Meskipun meningkat, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 89,0 persen dari total ULN,” ucapnya. (sh/kompas/cnnindonesia)

 

DISKUSI: