BPS: Terjadi Deflasi 0,10 Persen pada Juli 2020

0
215

Sumber: merdeka.com

LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada Juli 2020 terjadi deflasi sebesar 0,10 persen month to month (mtm). Dengan angka tersebut, inflasi tahun kalender (year to date/ytd) sebesar 0,98 persen dan 1,54 persen secara tahunan (year on year/yoy).

“perkembangan harga komoditas pada Juli 2020 memang secara umum menurun. Selain itu, ada eskalasi ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS). Ini membuat pergerakan inflasi di berbagai negara melambat dan mengarah pada deflasi termasuk Indonesia,” kata Kepala BPS Suhariyanto, Senin (3/8).

Baca: BI Prediksi Inflasi Juli 0,04 Persen

Suhariyanto mengatakan, deflasi terjadi di 61 kota dan 29 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi berada di Manokwari sebesar 1,09 persen. Ada tiga kelompok pengeluaran yang menyumbang deflasi, yaitu makanan, minuman, dan tembakau.

Sementara itu, inflasi tertinggi terjadi di Timika sebesar 1,45 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di 2 kota, yaitu Banyuwangi dan Jember masing-masing sebesar 0,01 persen.

“Komoditas yang dominan memberi andil kepada inflasi, antara lain telur ayam ras yang harganya agak naik di bulan Juli, sehingga andilnya 0,04 persen, dan rokok putih memberi andil 0,01 persen,” ucapnya.

Dia menuturkan, angka inflasi masih jauh di bawah posisi Juni 2019 sebesar 0,31 persen. Jika dilihat secara tahunan, inflasi mengalami penurunan.

“Pada Juli 2020 terjadi deflasi 0,10 persen. Angka inflasi ini jauh di bawah posisi Juni 2019 sebesar 0,31 persen. Perkembangannya secara tahunan, pergerakan inflasi di Indonesia menurun, dari Juni 1,96 persen menjadi Juli 1,54 persen,” ujarnya. (sh/kontan/kompas)

DISKUSI: