100 Hari Jokowi-Ma’ruf, Ekonom Core: Kehilangan Harapan Ekonomi Tumbuh 7 Persen

0
224

Sumber: brito.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengaku kehilangan harapan terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan melihat 100 hari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

“Intinya begini kalau 100 hari itu indikator-indikator ekonomi tidak bisa digunakans ebagai cerminan kinerjanya Pak Jokowi, yak arena apa? Seperti pertumbuhan ekonomi dan sebagainya bukan merupakan hasil yang 100 hari itu,” ujar Piter di Jakarta, Kamis (30/1).

Baca: Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi 2020 di Atas 5 Persen

Dia menilai, untuk melihat 100 hari pemerintahan Jokowi harus dilihat dari arah kebijakannya di periode kedua ini. Akan tetapi, kata dia, jangan berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 7 persen seperti yang ditargetkan.

“Kalau saya melihat kita semakin kehilangan harapan, bahwa pada masa periode Jokowi kedua ini akan mengalami lompatan pertumbuhan ekonomi. Dulu kan di awal pertama Jokowi tahun 2015 Indonesia akan mengalami pertumbuhan ekonomi 7 persen dan sebagainya. Tapi kenyataannya selama lima tahun, itu tidak pernah tercapai,” kata dia.

Dia menyatakan, kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Jokowi tidak jelas arahnya kemana. Selain itu, menurutnya, Jokowi tidak memiliki strategi yang komprehensif untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

“Apalagi kebijakan-kebijakannya juga tidak cukup jelas arahnya mau kemana, kalau saya melihatnya Pak Jokowi itu tidak punya strategi secara komprehensif ekonomi itu mau dibawa kemana,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ekonom Senior Faisal basri memprediksi, ekonomi Indonesia pada tahun ini tidak akan tumbuh di atas 5 persen. Dia juga mengungkapkan, pemerintah selalu menyalahkan kondisi eksternal jika target ekonomi meleset.

“faktor eksternal yang dijadikan kambing hitam: perang dagang AS-China, kebijakan The Fed, harga minyak dunia, ketegangan di Timur Tengah, pertumbuhan ekonomi China yang melemah, harga komoditi dunia, proses pemakzulan Presiden Donald Trump, dan masih banyak lagi,” ucapnya. (sh/liputan6/cnbcindonesia)

DISKUSI: