Irak, Negara Penuh Pengungsi

0
103

[wzslider autoplay=”true”]

 

LiputanIslam.com — Kekerasan semakin menjadi, jumlah pengungsi pun semakin membengkak di Irak. Pasca jatuhnya Mosul ke tangan militan Takfiri ISIS, sekitar 500.000 warga terpaksa mengungsi ke kota lainnya yang lebih aman, seperti kota Erbil dan daerah otonom Kurdi. Seperti apa kondisi mereka?

Lantaran panik, mereka secepatnya melarikan diri dari tempat konflik dengan membawa pakaian seadanya, tanpa perlengkapan yang memadai. Akibatnya, di pengungsian kondisi mereka sangat memprihatinkan. Tidur di dalam tenda-tenda di tengah hamparan pasir, tentunya akan sangat kepanasan di siang hari. Meski demikian, Ibu Ismail, salah satu pengungsi mengaku bersyukur, karena setidaknya di tenda-tenda ini mereka aman untuk sementara, seperti dikutip dari Npr dot Org.

Pengungsi ini memilih untuk meninggalkan tempat tinggal mereka karena perang yang sengit antara militan dan tentara pemerintah. Mayat berserakan di jalan-jalan, dan api berkobar di banyak tempat.

Relawan kemanusiaan dari perwakilan UNICEF di Irak, Marzio Babille mengungkapkan bahwa mereka membutuhkan vaksin untuk campak dan polio karena pengungsi yang tinggal dalam jarak dekat, berefek menyebarnya penyakit dengan cepat. Babille mengatakan, kini polio kembali mengancam Irak meski pernah diberantas 14 tahun silam.

Menurut Babille, pihaknya mengupayakan terpenuhinya pasokan bantuan untuk anak-anak, meski dia mengakui bahwa kondisi di lapangan saat ini semakin sulit.

Irak saat ini menjadi negara yang dipenuhi aksi terorisme, karena militan Daulah Islam Irak dan Suriah atau ISIS, berusaha mengambil alih kota-kota di Irak. Dalam aksinya, ISIS didukung oleh Arab Saudi, Israel, dan negara-negara Barat. (ba)

Sumber foto: AFP, The Guardian, GettyImages

 

DISKUSI: