Gaza, LiputanIslam.com – Sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, pada hari Senin (21/4) merilis rekaman video penyergapan yang dinamainya “Pematahan Pedang,” dan dilakukan dua hari sebelumnya terhadap pasukan Israel di sebelah timur Beit Hanoun di Jalur Gaza utara.
Penyergapan itu menewaskan seorang tentara Israel dan melukai beberapa lainnya.
Al-Qassam menyebutkan bahwa video ini mendokumentasikan serangan terhadap pasukan Israel di Jalan Al-Awda, sebelah timur Beit Hanoun, di Jalur Gaza utara, pada tanggal 19 April.
Dalam video ini Al-Qassam menyebutkan bahwa para pejuangnya menyerang kendaraan militer Storm Israel, dan video ini mendokumentasikan para pejuang Qassam muncul dari lubang terowongan dalam persiapan untuk penyergapan.
Sambil menunggu kendaraan militer Israel lewat, sebuah truk dan jip non-militer melintas, tapi urung menjadi sasaran pejuang Qassam, menurut video tersebut.
Saat kendaraan militer melintas, para pejuang Qassam, seperti terlihat dalam video, melepaskan tembakan dan granat ke arah kendaraan itu hingga membuatnya terbalik.
مشاهد حصلت عليها #الجزيرة لكمين كسر السيف الذي نفذته القسام ضد قوة للاحتلال الإسرائيلي شرق بيت حانون#الأخبار #حرب_غزة pic.twitter.com/I7PYmBd4Ev
— قناة الجزيرة (@AJArabic) April 21, 2025
Dalam video ini Brigade Al-Qassam mengatakan, “Jet itu terbalik dan orang-orang di dalamnya tewas,” tanpa menyebutkan jumlah tentara di dalamnya.
Dalam penyergapan tersebut, Brigade Qassam menyatakan bahwa mereka menargetkan pasukan pendukung yang bergegas ke lokasi kejadian dengan bom anti-personel “TV-3”, sekaligus mendokumentasikan penargetan posisi pasukan Israel yang baru didirikan di daerah yang sama dengan empat peluru RPG dan sejumlah peluru mortir.
Pada tanggal 19 April, militer Israel mengakui salah satu perwiranya tewas dan pada tiga prajurit lainnya, termasuk seorang perwira wanita, luka parah dalam pertempuran di Jalur Gaza utara.
Dengan demikian, jumlah prajurit yang diakui tewas oleh militer Israel sejak dimulainya perang genosida di Gaza pada 7 Oktober 2023 menjadi 847 orang, termasuk 408 sejak operasi darat dimulai pada 27 Oktober.
Data militer Israel, yang dianggap oleh berbagai pihak menyembunyikan jumlah korban yang sebenarnya, menyebutkan bahwa 5.780 perwira dan prajurit terluka sejak dimulainya perang di Gaza, termasuk 2.603 dalam pertempuran darat.
Data tersebut mencakup perwira dan prajurit yang terbunuh atau terluka di Gaza, Tepi Barat, Lebanon, dan Israel.
Dengan dukungan AS, Israel telah melancarkan perang genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang menyebabkan sekitar 168.000 warga Palestina tewas dan terluka. Sebagian besar korban itu adalah anak-anak dan wanita. Selain itu, lebih dari 11.000 orang hilang. (mm/raialyoum/aljazeera)