Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Galeri

[Foto] Panen Strawberry di Palestina

Published 17/12/2015 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

[wzslider autoplay=”true”]

LiputanIslam.com — Mohammed Asad, dari Middle East Monitor, berhasil mengabadikan foto-foto petani Gaza yang tengah panen buah strawberry, suatu hal yang jarang diliput ataupun diberitakan media massa.

“Apakah strawberry ini ditanam di dalam palung-palung atau rumah kaca, itu tergantung pada jenisnya. Dengan strawberry, para petani di Gaza mampu bertahan untuk menghidupi keluarganya…”

Karena Israel kerapkali menyerang Gaza, maka petani-petani ini pun berusaha agar hasil panen meningkat, sehingga hasil pertanian dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Selalu ada kekhawatiran jika Israel merusakkan sumber pencaharian mereka.

Palestina, Negeri yang Subur [Dikutip dari Kajian Timur Tengah]

Sejak awal berkembangnya Zionisme hingga sekarang, Zionis telah mempropagandakan mitos bahwa orang-orang Palestina tidak tinggal di Palestina sampai setelah wilayah itu dibangun oleh kaum Zionis. Slogan yang sering didengungkan oleh kalangan Zionis adalah a land with no people is for a people with no land, (Palestina adalah) tanah tanpa penduduk yang diperuntukkan bagi bangsa yang tidak memiliki tanah. Roger Garaudy dalam bukunya mengutip perkataan salah satu tokoh Zionis, Golda Meir, “Tidak ada yang disebut orang Palestina… Kami bukan mendatangi negeri mereka lalu mengusir mereka dan merebut negeri mereka. Mereka tidak pernah ada.”Di antara contoh propaganda orang-orang Zionis terkait hal ini bisa dilihat di salah satu situs yang dikelola kaum Zionis , yang menulis, “Kaum Yahudi telah memulai imigrasi ke Palestina pada tahun 1880-an untuk membebaskan tanah itu dari rawa-rawa dan malaria, dan mempersiapkan kelahiran Israel. Usaha kaum Yahudi untuk menghidupkan tanah itu menarik imigran Arab dari kawasan sekitar dalam jumlah yang sama banyak (dengan jumlah imigran Yahudi). Mereka datang ke Palestina karena kesempatan kerja dan kondisi hidup yang lebih sehat.”

Untuk menjawab kebohongan klaim-klaim seperti ini, kita bisa melihat laporan hasil produksi pertanian di Palestina tahun 1944-1945 yang ditulis dalam dua buku resmi Mandat Inggris berjudul Survey of Palestine. Buku ini disusun oleh Mandat Inggris sebagai laporan kepada Komite Khusus PBB untuk Palestina (United Nation Special Committee on Palestine-UNSCOP) . Salah satu item dalam laporan itu adalah:
– Produksi pertanian orang Palestina (gandum, sayuran, buah-buahan, zaitun,dll) 1944-1945: 690.548 ton atau 71.25% dari total produksi pertanian, dengan luas tanah 92.8% dari total luas tanah pertanian.
– Produksi pertanian orang imigran Yahudi (gandum, sayuran, buah-buahan, zaitun, dll) 1944-1945: 278,607 atau 21.60% dari total produksi pertanian, dengan luas tanah 7,20 % dari total luas tanah pertanian.

Dari data singkat di atas, sudah bisa dibayangkan situasinya: penduduk asli menanam lebih banyak daripada orang-orang Yahudi yang datang berimigrasi dari Eropa. Hal ini juga bisa dipahami, karena para imigran dari Eropa itu tidak terbiasa bertani, masa lalu mereka adalah di negara-negara industri. Padahal, pada saat yang sama, para imigran Yahudi menerima banyak subsidi dan bantuan teknik pertanian dari Jewish National Fund, sementara penduduk asli Palestina bertani dan berkebun tanpa bantuan apapun dari pemerintahan lokal. Perlu diketahui pula bahwa jeruk hasil perkebunan Palestina saat itu juga diekspor ke Eropa oleh orang-orang Palestina sendiri.

Pada tahun 1891, Ahad Ha’Am (penulis terkemuka Yahudi dari Eropa Timur) menuliskan laporannya setelah mengunjungi Palestina selama tiga bulan, “Kita di luar negeri selalu mengira bahwa Israel Raya saat ini adalah tanah yang tandus dan gersang; padang pasir yang tak berpohon… Tapi, kenyataannya ternyata tidak demikian. Di seluruh penjuru negeri, sulit ditemukan tanah yang tidak ditanami. Hanya bukit pasir dan gunung batu yang tak menghijau.”

Segera setelah Al Nakba, kebun dan ladang-ladang pertanian, terutama zaitun dan jeruk, dihancurkan oleh tentara Zionis. Sebagian alasannya adalah karena ladang zaitun dan jeruk memerlukan tenaga kerja yang banyak untuk memeliharanya,; alasan lain adalah untuk menghilangkan jejak keberhasilan orang-orang Palestina dalam menghijaukan tanah itu, demi membuktikan mitos-mitos bahwa, “Palestina adalah gurun pasir belaka dan orang-orang Yahudilah yang membangunnya.” (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Berita Video

[Berita Video:] Pejuang Al-Qassam Rilis Video Serangannya yang Menewaskan Tentara Zionis di Gaza

By Muhammad

[Video] Rudal Hizbullah Mengobrak-abrik Israel

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Hizbullah Siarkan Video Serangan Telaknya terhadap Kerumunan Pasukan Zionis

By Muhammad
Berita Video

[Video] Hizbullah Rilis Video Serangannya terhadap Pasukan Zionis

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account