Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Galeri

Dunia, Tahun Demi Tahun

Published 29/10/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

[wzslider autoplay=”true”]

Happy happy 2000

Happy happy 2000

Happy happy 2000

Happy New Year…

 

Ufuk dini hari, mentari meninggi

Seakan bermimpi abad berganti

Masa-masa suram, seolah tenggelam

Hanyutkan semua kepahitan yang garang

 

Millenium baru, bawa asa biru

Cemas ku menunggu, malam berlalu

Hari yang kelabu, segera berlalu

Semua berganti dengan millenium baru

 

Lirik diatas, adalah sebuah lagu yang sangat terkenal pada penghujung tahun 1999, yang dipopulerkan oleh B’Best. Iramanya riang, ringan dan mudah diingat, hingga tak heran jika tua muda, laki perempuan, hafal di luar kepala. Dan sesuai lirik, benarkah hari –hari yang kelabu, akan segera berganti dengan millenum baru?

Pada awal tahun 2000, masyarakat di seluruh dunia melakukan perayaan besar-besaran. Langit bermandikan gemerlap cahaya, semua bersuka ria.

Sayangnya, setahun kemudian, dunia tersentak atas peledakan menara kembar World Trade Centre, yang kemudian dikenal sebagai peristiwa 9/11, yang dampaknya, harus tetap ditanggung hingga hari ini. Amerika Serikat menuduh pelaku peledakan adalah kelompok teroris Al-Qaeda, dan karenanya, AS mencanangkan “Perang Melawan Teror”, sebuah muslihat untuk menguasai/ mengintervensi negara-negara berdaulat.

Benar saja, dunia kemudian menyaksikan pergelaran perang melawan terorisme gaya Amerika yang saat itu sedang dipimpin oleh George W. Bush. Sasarannya jelas: jaringan Al-Qaeda di seluruh dunia. Seluruh dunia diseru agar bergerak bersama AS dalam tindakan ini. Lalu, AS secara sepihak menetapkan target-target penyerangan. Dua tahun secara beruntun, AS menginvasi Afghanistan (2002) dan Irak (2003).

Akibat dari aksi itu sangat mengerikan. Kedua negara luluh lantak. Korban jiwa dari kalangan rakyat Afghanistan dan Irak mendekati angka satu juta orang. Bahkan dari pihak AS sendiri, tentara yang tewas sejak invasi hingga selama masa pendudukan di kedua negara melebihi jumlah korban aksi teror 11 September. Di Irak, tentara AS yang tewas saat bertugas mencapai angka lebih dari 2.900 jiwa. Sedangkan di Afghanistan, tentara AS lebih banyak lagi: sekitar 6.200 jiwa. Angka-angka ini merupakan rilisan resmi dari pemerintah AS. Adapun lembaga-lembaga independen punya data yang jauh lebih besar dibandingkan data-data resmi tersebut. Saddam Hussain, presiden Irak, ditangkap, dan dijatuhi hukuman gantung pada tahun 2003. (Baca: Konspirasi 11 September dan Fenomena Terorisme)

Pada tahun yang sama, di kawasan Natwarghad, India, lebih dari satu juta orang kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Akibatnya, penduduk harus mengantri di terik matahari dengan kendi-kendi penampung air, memadati sebuah sumur besar. Perjuangan yang berat.

Setahun kemudian, terjadi bencana alam yang dahsyat. Tepatnya, pada tanggal 26 Desember 2004, terjadi gempa bumi di Samudra Hindia, pada pukul 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° EKoordinat: 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 skala Richter, yang mengakibatkan gelombang tsunami setinggi 9 meter. 230.000 orang dilaporkan tewas di 8 negara. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.

Di tahun yang sama, pada Februari 2014, Mark Zuckerberg, meluncurkan situs jejaring sosial Facebook, yang menjadikannya seorang milyarder di usianya yang masih sangat muda. Menurut Business Insider (2/2/2014), data dari Bloomberg Billionaires Index, pendapatan Mark Zuckerberg di tahun 2013 melonjak hingga USD 3,2 miliar atau setara Rp 39 triliun lebih.

Tahun 2008, ASmencatatkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, negeri Paman Sam tersebut dipimpin oleh seorang presiden berkulit hitam, Barack Obama. Dunia menaruh harapan tinggi pada Obama, berharap, ia tidak akan gila perang. Namun sayang, Obama tak lebih baik dari pendahulunya, George W. Bush.

Jika AS memiliki Obama, maka Rusia memiliki Vladimir Putin. Ia adalah Presiden Rusia yang saat ini, paling lantang melawan hegemoni AS. Kebijakannya, nyaris selalu berlawanan dengan AS, sebagaimana yang terlihat dalam konflik Suriah dan Ukraina. Berbadan tegap dan gagah, Putin adalah sosok presiden ‘macho’ yang gemar berpetualang. (ba/LiputanIslam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Berita Video

[Berita Video:] Pejuang Al-Qassam Rilis Video Serangannya yang Menewaskan Tentara Zionis di Gaza

By Muhammad

[Video] Rudal Hizbullah Mengobrak-abrik Israel

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Hizbullah Siarkan Video Serangan Telaknya terhadap Kerumunan Pasukan Zionis

By Muhammad
Berita Video

[Video] Hizbullah Rilis Video Serangannya terhadap Pasukan Zionis

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account