Dari Tabriz Hingga Aleppo

0
105

[wzslider autoplay=”true”]

LiputanIslam.com — Di sudut kota Tabriz Iran, berdiri megah sebuah pasar indoor terbesar di dunia, Tabriz Bazaar namanya. Diperkirakan ada koridor sepanjang 5,5 km yang dipenuhi pedagang yang menjual beraneka macam barang mulai dari kaligrafi, kain, aneka buah-buahan hingga karpet.

Koridor-koridor ini menghubungkan satu area ke area yang lain. Namun, setiap barang dikelompokkan dalam bagian sendiri. Jadi, bagi yang ingin mencari karpet harus datang ke bagian karpet. Di sana ada banyak jejeran toko yang menjajakkan karpet tebal dan cantik.

Menurut catatan sejarah, Tabriz Bazaar merupakan pasar tertua di Timur Tengah yang ini sudah ada sejak abad ke-13 dan menjadi salah satu tempat komersial paling penting di Jalur Sutera.

Meski telah berusia ratusan tahun, sampai saat ini Tabriz Bazaar masih terawat dengan baik. Perhatikan dinding dan atapnya. Semua masih terjaga, bahkan semakin cantik karena pemugaran. Tak salah jika UNESCO memasukkan Tabriz Bazaar sebagai salah satu situs warisan budaya dunia pada tahun 2010.

Pasar tua yang unik juga bisa dijumpai di Suriah, negara sekutu Iran. Berdiri dengan megah di jantung Kota Allepo, Pasar Souq al-Madina ini juga merupakan situs warisan budaya dunia versi UNESCO.

Namun kini, kemegahan itu hanya tinggal berupa puing-puing sisa reruntuhan semenjak konflik berdarah di Suriah sejak tahun 2011. Api melahap Souq al-Madina hingga 500 toko ludes terbakar. Lorong berkubah di pasar tersebut pun rusak parah. (ba/ LiputanIslam.com)

DISKUSI: