[Video:] Salman Rushdie Diserang Hingga Berdarah-Darah oleh Pria Berpakaian Serba Hitam

0
437

NewYork, LiputanIslam.com   Salman Rushdie, penulis buku yang menghina Nabi Muhammad saw, diserang orang hingga berdarah-darah oleh seorang pria berpakaian serba hitam saat berada di atas panggung dalam sebuah acara di Chautauqua County, New York, AS, Jumat (12/8).

Kondisi Rushdie tidak segera diketahui, namun rekaman video insiden itu memperlihatkan sejumlah orang menghampiri dan membantunya setelah dia diserang di acara.

Seorang saksi mengatakan kepada Reuters bahwa seorang pria bergegas ke panggung di Chautauqua Institution dan menyerang Rushdie saat dia sedang diperkenalkan, dan penyerang kemudian diringkus.

Polisi mengatakan Rushdie menderita luka tusukan di lehernya dan dilarikan ke rumah sakit dengan helikopter.

Orang yang mewawancarai Rushdie juga mengalami cedera kepala ringan, kata polisi.

Dikutip New York Times, Rita Landman, seorang ahli endokrin yang hadir di antara penonton, mengatakan Rushdie menderita beberapa luka tusukan, satu di antaranya di sisi kanan lehernya, dan ada lumuran darah di bawah tubuhnya.

Bill Vasu, 72 tahun, yang menghadiri acara tersebut, mengaku melihat seorang pria bergegas menghampiri dan menyerang Rushdie.

“Saya hanya bisa melihat tinjunya seperti memukul Salman,” katanya.

Elisabeth Healey, 75 tahun, yang juga berada di antara penonton mengatakan,  “Hanya ada satu penyerang. Dia berpakaian serba hitam. Dia mengenakan pakaian hitam longgar. Dia berlari secepat kilat ke arahnya.”

Beberapa saksi mengatakan penyerang dapat mencapai Rushdie dengan mudah, berlari di atas panggung dan mendekatinya dari belakang.

Roger Warner, yang duduk di barisan depan di amfiteater, mengaku melihat seorang pria jangkung dan ramping melompat ke atas panggung dari sisi kiri dan lantas menyerang Salman Rushdie.

Dia memperkirakan pria itu telah meninju wajah Rushdie tiga atau empat kali. Kemudian dia melihat darah. “Dia berlumuran darah dan ada darah mengalir ke lantai. Saya baru saja melihat darah di sekitar matanya dan mengalir di pipinya,” kata Warner.

Rushdie adalah penulis  “The Satanic Verses” (Ayat-Ayat Setan), sebuah novel  yang menghujat Islam dan menghina Nabi Muhammad saw. Novel yang diterbitkan pada tahun 1988 itu telah memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia.

Imam Khomeini, pendiri Republik Islam, bahkan mengeluarkan fatwa yang menyerukan hukuman mati bagi Rushdie. Iran juga telah mengumumkan sayembara berhadiah sekitar 3 juta dolar kepada siapa pun yang dapat membunuhnya.

Rushdie yang lahir di India terpaksa bersembunyi setelah ada sayembara tersebut.  Pemerintah Inggris menempatkan Rushdie di bawah perlindungan polisi di Inggris. Para penerjemah serta penerbit novel The Satanic Verses menjadi sasaran pembunuhan atau percobaan pembunuhan.

Rushdie kemudian tinggal di AS sejak tahun 2000, namun dengan tetap bersembunyi serta berulang kali pindah tempat tinggal. Dia bahkan tak dapat memberi tahu tempat tinggal kepada anak-anaknya. (mm/raialyoum/presstv/theguardian)

DISKUSI: