[Video]: Pasukan Yaman Tembak Jatuh Drone Buatan AS di Dekat Perbatasan Saudi

0
221

Sanaa, LiputanIslam.com – Tentara dan para pejuang Yaman berhasil menembak jatuh sebuah pesawat nirawak (drone) pengintai buatan Amerika Serikat (AS) di dekat perbatasan Saudi.

“Sistem pertahanan udara tentara Yaman berhasil menembak jatuh sebuah pesawat mata-mata RQ-20 atas wilayah Haraz di dekat perbatasan Arab Saudi pada hari Ahad (2/8/2020),” ungkap juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan gerakan Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, seperti dikutip saluran berita TV Al-Masirah milik Ansarullah.

Tanpa merinci jenis sistem permukaan-ke-udara yang digunakan untuk menjatuhkan drone itu, Saree menyebutkan bahwa sistem tu merupakan senjata yang tepat.

Dia menambahkan bahwa pasukan Yaman telah merekam drone mata-mata yang tertembak jatuh itu.

Dalam video yang beredar terkait penembakan itu terlihat sebagian besar bodi pesawat nirawak  RQ-20 Puma masih utuh, dengan beberapa kerusakan di depan, dan terdapat stiker yang menunjukkan drone itu milik pasukan Saudi yang ditempatkan di Jizan.

Drone berharga sekitar US$ 400.000 itu beroperasi dalam dua sistem, dengan fotolistrik dan kamera inframerah, dapat beroperasi pada siang maupun malam hari di semua kondisi cuaca, bervariasi dalam penentuan koordinat, dan digunakan untuk pertempuran darat.

Puma RQ-20  menggunakan tenaga baterai, diluncurkan dengan tangan, dan diproduksi oleh perusahaan AS di California.

Dalam beberapa tahun terakhir pasukan Yaman berhasil menembak jatuh banyak drone buatan AS, termasuk drone penyerang canggih Reaper MQ-9 yang dioperasikan AS pada tahun lalu.

AS merupakan negara pendukung utama pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dalam invasi militer ke Yaman sejak Maret 2015. Invasi itu dilancarkan dengan dalih memulihkan kekuasaan presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang berperang melawan gerakan Ansarullah yang didukung tentara Yaman.

Menurut beberapa sumber, agresi militer Saudi dan sekutunya itu telah menjatuhkan korban jiwa sebanyak lebih dari 100,000 orang serta merusak dan menghancurkan banyak infrastruktur Yaman, termasuk klinik dan rumah sakit. (mm/fna/amn)

Baca juga:

Pasukan Hadi Bertempur Sengit dengan STC di Yaman

Saudi Nyatakan Tak Ada Kasus Infeksi Covid-19 pada Jemaah Haji

DISKUSI: