[Video]: Lagi, Konvoi Logistik Militer AS di Irak Diterjang Ledakan Bom

0
924

Baghdad, LiputanIslam.com –   Konvoi logistik militer AS di Irak masih terus mendapat serangan bom. Dalam peristiwa terbaru disebutkan bahwa serangan terjadi di provinsi Salahuddin (Saladin) pada hari Selasa (30/3).

Portal berita Irak Saberin News melaporkan bahwa konvoi logistik militer AS terkena serangan ketika sedang bergerak di distrik Dujail, dan kelompok-kelompok pejuang Irak menyatakan bertanggungjawab atas serangan itu.

Menurut laporan ini, dua kendaraan Toyota dalam konvoi itu hancur akibat serangan tersebut, namun tak ada laporan mengenai korban tewas ataupun luka.

Serangan serupa di hari sama juga menerjang konvoi logistik pasukan koalisi di provinsi Babel, Irak selatan. Tak ada laporan mengenai korban, namun satu truk rusak akibat serangan itu.

Selain itu, serangan juga menyasar konvoi logistik militer di AS di sebuah daerah dekat Nasiriah, ibu kota provinsi Dhi Qar.

Sebuah rekaman video beredar terkait serangkaian serangan terbaru tersebut, namun tidak menyebutkan lokasi serangan yang terekam.

Dalam beberapa bulan terakhir serangan kerap menerjang konvoi militer AS di Irak. Pasukan koalisi yang dipimpin AS di Irak menggunakan perusahaan-perusahaan lokal untuk mengurangi risiko terkena serangan dalam memenuhi kebutuhan logistiknya.

Serangan selalu menghantui pasukan AS di Irak terutama sejak parlemen Irak mensahkan undang-undang yang mengharuskan pemerintah Baghdad mengeluarkan pasukan koalisi pimpinan AS dari Irak, menyusul kasus serangan pasukan AS yang menewaskan jenderal legendaris Iran Qasem Soleimani dan tokoh pejuang Irak Abu Mahdi al-Muhandis pada Januari 2020.

Konvoi logistik pasukan AS memasuki Irak terutama dari perbatasan Suriah di barat atau perbatasan Kuwait di selatan.

Banyak kelompok Irak menganggap pasukan AS yang ada di Negeri 1001 Malam itu sebagai pasukan pendudukan, dan menuntut penarikan segera pasukan ini dari wilayah mereka. (mm/fna/mna)

Baca juga:

[Video]: Ledakan Dashyat Terjang Konvoi Militer AS di Irak

 

DISKUSI: