Video: Jutaan Rakyat Iran Gelar Demo Akbar Anti Perusuh Pasca Kematian Mahsa Amini

0
224

Teheran, LiputanIslam.com  Jutaan rakyat Iran turun ke jalan-jalan dan berunjuk rasa di seluruh penjuru negara republik Islam ini, Jumat (23/9), untuk meneriakkan kutukan terhadap para perusuh yang telah beberapa hari melancarkan aksi demo rusuh pasca kematian wanita muda Mahsa Amini.

Lautan massa itu memekikkan yel-yel anti penistaan terhadap ajaran Islam. Massa juga menegaskan dukungannya kepada aparat kepolisian dalam penegakan keamanan dan hukum, dan menegaskan sumpah setia mereka kepada revolusi Islam hingga titik darah penghabisan.

Dalam aksi jutaan rakyat Iran yang digelar sejak usai shalat Jumat hingga sore hari itu mereka juga menuntut tindakan hukum terhadap para perusuh, terutama yang telah menistakan ajaran Islam.

Di kota Masyhad, massa bahkan menggelar aksi hingga tiba waktu shalat Maghrib di mana mereka kemudian menunaikan shalat jamaah. Mereka menegaskan bahwa penduduk Masyhad tetap siap menyambut para peziarah Imam Ali Al-Ridha, imam kedelapan umat Muslim Syiah yang makamnya menjadi ikon suci kota ini.

Dewan Koordinasi Organisasi Dakwah Islam Iran  menyatakan bahwa jutaan massa dalam unjuk rasa akbar di seantero Iran itu mengutuk “aksi gangguan keamanan kaum bayaran dan orang-orang tertipu yang telah menistakan kesucian Al-Qur’an dan Nabi Muhammad saw, membakar sejumlah masjid dan bendera suci Republik Islam Iran, menghujat jilbab wanita, merusak properti publik, dan mengusik keamanan warga.”

Selama beberapa hari sebelumnya, kerusuhan meletus di berbagai kota negara ini menyusul kematian Mahsa Amini, 22 tahun, di sebuah rumah sakit beberapa hari setelah dia ditahan oleh polisi.

Meskipun sudah ada klarifikasi mengenai faktor kematian Amini, terdapat kelompok-kelompok massa dalam jumlah terbatas yang melancarkan aksi protes diwarnai kekerasan terhadap petugas keamanan dan perusakan properti umum serta kendaraan polisi dan bahkan puluhan mobil ambulan.

Sedikitnya lima personel keamanan tewas dan beberapa lain terluka ketika berusaha mengendalikan kerusuhan di Masyhad, Quchan, Shiraz, Tabriz, dan Karaj. Selain itu, belasan orang lain juga tewas.

Dalam sebuah pernyataan pada Kamis malam, Kementerian Intelijen Iran memperingatkan para perusuh bahwa partisipasi dalam aksi demikian merupakan pelanggaran dan dapat dikenai tuntutan hukum.

Dalam pernyataan terpisah yang dikeluarkan pada kesempatan dimulainya Pekan Pertahanan Suci, Menteri Intelijen Esmail Khatib memastikan impian musuh tidak akan pernah menjadi kenyataan. Dia meyakinkan rakyat Iran bahwa kementerian ini siap menggagalkan plot keji barisan musuh.

Dia menegaskan bahwa pasukan intelijen “memperingatkan para penghasut internal dan asing bahwa impian keji mereka terhadap nilai-nilai agama dan pencapaian besar Revolusi Islam tidak akan pernah terwujud.”

Angkatan Bersenjata Iran juga mengutuk keras aksi para perusuh dan mengimbau masyarakat tetap waspada dalam menghadapi perang psikologis musuh.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran juga telah mengeluarkan pernyataan tentang perkembangan sitausi terakhir dan menegaskan bahwa plot saat ini pasti kandas.

Presiden Iran Sayid  Ebrahim Raeisi yang baru pulang dari New York, tempat dia menghadiri sidang ke-77 Majelis Umum PBB, juga angkat suara dengan menegaskan bahwa demonstrasi nasional pada hari Jumat memperlihatkan kesolidan Republik Islam Iran.

“Musuh ingin menciptakan kekacauan di negara ini dan menunggangi gelombang keributan. Kami mendengar suara protes, tapi siapapun tak akan menerima kekacauan. Bagaimanapun juga, tidak akan dibiarkan keamanan masyarakat terancam bahaya,” tegasnya.

Dia menambahkan, “Kehadiran rakyat hari ini adalah kekuatan dan kehormatan Republik Islam,” tuturnya.

Dia juga menyebutkan bahwa tekad rakyat untuk membela negara mereka telah mengandaskan rencana musuh. (mm/alalam/presstv)

 Baca juga:

IRGC Tanggapi Kerusuhan Pasca Kematian Mahsa Amini

Wow, Iran Pamerkan Rudal Hipersonik “Rezvan” dan “Penghancur Khaibar”

DISKUSI: