IRGC Tanggapi Kerusuhan Pasca Kematian Mahsa Amini

0
216

Teheran, LiputanIslam.com  Pasukan elit Iran Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa kelompok kontra-revolusi Islam berada di balik kerusuhan yang belakangan ini melanda berbagai kota di Iran, termasuk Teheran, menyusul kematian wanita muda Kurdi, Mahsa Amini, 22 tahun.

Mahsa Amini meninggal di rumah sakit meski sudah ada upaya perawatan secara intensif. Mulanya dia dibawa ke kantor polisi di Teheran untuk mendapat  bimbingan mengenai aturan jilbab dan berpakaian.  Di kantor dia tiba -tiba pingsan, sebagaimana terlihat di rekamanan kamera CCTV, hingga kemudian dibawa ambulan  ke rumah sakit..

“Plot musuh baru-baru ini, yang diikuti dengan aksi mengumpulkan, menyatukan, mengatur dan melatih semua kapasitas yang gagal dan tersebar, dan memperlengkapi mereka dengan senjata kekerasan dan perilaku gaya DAESH (ISIS), adalah upaya sia-sia dan pasti gagal,” ungkap IRGC dalam pernyataan, Kamis (22/9).

“Plot itu tidak menghasilkan apa-apa selain rasa malu dan aib, dan itu akan menambah contoh lain ke daftar kegagalan kubu anti-revolusi dan musuh-musuh Islam Iran,” tambah IRGC.

Sembari menyatakan simpati kepada keluarga dan kerabat Amini, IRGC mengimbau Pengadilan Iran untuk “mengidentifikasi dan menangani secara tegas dan adil para penyebar rumor dan mereka yang menyebarkan hoax di media sosial dan di jalan hingga membahayakan keselamatan psikologis masyarakat. ”

Penyelidikan awal yang dilakukan oleh parlemen Iran telah mengesampingkan penggunaan kekerasan terhadap wanita tersebut. Parlemen juga menyebutkan adanya riwayat medis dan operasi otak yang pernah dijalani Amini beberapa tahun lalu.

Di hari yang sama, setelah kerusuhan berlangsung selama beberapa hari berturut-turun, Kementerian Kesehatan Iran, Kamis, mengumumkan sebanyak  61 ambulan hancur dalam kerusuhan di beberapa kota.

Sembari menyebut serangan terhadap ambulans sebagai tindakan tidak manusiawi dan menuntut perusuh untuk bertanggung jawab, kementerian itu menyatakan aksi demikian telah mengganggu layanan kesehatan darurat dan proses perawatan pasien. (mm/presstv)

Baca juga:

Pidato di PBB, Presiden Iran Tuntut Hukuman atas Pembunuhan Jenderal Soleimani

Iran Segera Kirim Minyak Lagi ke Lebanon

DISKUSI: