[Video:] Gaza Dilanda Unjuk Rasa Akbar Kutuk Serangan Saudi-UEA terhadap Yaman

0
326

Gaza, LiputanIslam.com –   Unjuk rasa akbar yang digerakkan oleh faksi Jihad Islam Palestina (PIJ) melanda kota Gaza, Sabtu malam (22/1), untuk menandai kutukan keras terhadap serangan terbaru pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi yang telah menewaskan puluhan warga sipil.

Massa pengunjuk rasa dalam aksi itu menegaskan solidaritas mereka untuk bangsa Yaman serta menyerukan pemulihan keamanan dan stabilitas di Yaman.

PIJ dalam sebuah statemennya menyebutkan bahwa unjuk rasa itu digelar segera setelah pelaksanaan shalat Maghrib dengan berkumpul di Palestine Square dan kemudian bergerak ke Abu Hadirah dengan membawa seruan “Bela  Muslim Yaman, Tolak Perang terhadap Yaman”.

PIJ juga menegaska, “Ini merupakan seruan dari Palestina agar perang dan pembantaian terhadap rakyat  Yaman dan perang gila yang telah melumat segala sesuatu di Yaman dihentikan, sebagai bentuk kepatuhan kepada ajaran agama kita yang menekankan keharaman penumpahan darah dan kehormatan serta melarang pertikaian dan perpecehan.”

Dalam rekaman video itu terlihat massa pengunjuk rasa membawa poster-poster pemimpin Ansarullah Yaman Sayid Malik Al-Houthi, Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah dan martir besar Iran Jenderal Soleimani.

Sementara itu, faksi pejuang Palestina lain, Front Demokrasi Pembebasan Palestina (DFLP) juga membuat pernyataan yang mengutuk serangan terbaru Saudi dan sekutunya terhadap Yaman.

Dalam sebuah statamenenya, DFLP menyebut serangan itu “pembantaian yang terhadap puluhan warga sipil” dan menilainya “eskalasi berbahaya yang memperdalam krisis politik di Yaman dan menambah malapetaka”.

DFLP menyatakan, “Sudah saatnya sekarang untuk menghentikan semua itu, dan negara Arab saudara kita, Yaman, kembali bersatu, aman dan stabil.”

Faksi ini mengingatkan, “Sekian tahun perang yang berkepanjangan terhadap Yaman telah membuktikan kesia-siaan dan kegagalan mencapai tujuannya dengan cara mengandalkan segala bentuk aksi pembantaian dan penghancuran, dan malah menambah kehancuran dan tragedi bagi warga yang tak berdosa”

Unjuk rasa di Gaza terjadi setelah serangan udara koalisi pimpinan Saudi menyasar sebuah komplek penjara di kota Sa’dah, Yaman, hingga menewaskan 70-an orang dan melukai ratusan lainnya, serta serangan udara koalisi terhadap gedung telekomunikasi di kota Hudaydah, Yaman, yang menewaskan enam orang, tiga di antaranya anak kecil, dan melukai 18 lainnya, yang sebagian besar juga anak kecil.

Serangan di Hudaydah itu menyebabkan terputusnya layanan internet di sejumlah wilayah Yaman, dan belum jelas kapan layanan itu akan pulih, sebab para teknisi khawatir gedung itu akan mendapat serangan lagi dari Saudi dan sekutunya.

Kelompok Ansarullah di Yaman menyatakan bahwa Saudi dan sekutunya sengaja menyerang gedung telekomunikasi agar mereka dapat berpesta darah di Yaman secara tersembunyi dari pantauan khalayak internasional.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), alih-alih mengutuk dua serangan tersebut malah berfokus pada kecaman terhadap serangan rudal dan drone Ansarullah ke wilayah Uni Emirat Arab dan Saudi dengan menyebutnya sebagai “agresi dan teror brutal terhadap Abu Dhabi dan berbagai kawasan Saudi”.

Namun demikian, lembaga  Dokter Lintas Batas (Medicens Sans Frontiers/MSF) serta delapan lembaga swadaya masyarakat lainnya, termasuk Action Against Hunger, Oxfam, dan Save The Childerns, mengutuk serangan koalisi dan menyebutnya sebagai tindakan meremehkan nyawa warga sipil dengan  korban antara lain sejumlah imigran di penjara Sa’dah.  (mm/almayadeen/raialyoum)

Berita Terkait:

[Video:] Saudi Bantah Serang Gedung Penjara di Yaman, Lembaga-Lembaga Dunia Kecam Saudi

Hizbullah dan Faksi-Faksi Pejuang Palestina Kutuk Serangan Brutal Koalisi Arab di Yaman

DISKUSI: