[Video:] Saudi Bantah Serang Gedung Penjara di Yaman, Lembaga-Lembaga Dunia Kecam Saudi

0
507

Riyadh, LiputanIslam.com –   Pasukan koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi membantah pihaknya telah telah melancarkan serangan udara ke komplek penjara di Sa’dah, Yaman, yang menjatuhkan 70-an orang dan melukai ratusan lainnya.

Dikutip kantor berita resmi Saudi, SPA, koalisi yang memerangi gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman sejak tahun 2015 itu dalam sebuah pernyataannya, Sabtu (22/1), menyebut kabar serangan udara itu telah menyasar gedung penjara di Sa’dah sebagai berita palsu yang disebar Ansarullah dengan tujuan “penyesatan”.

Dalam pernyataan itu, jubir koalisi Turki Al-Maliki menyatakan pihak melancarkan serangan berdasarkan informasi yang akurat.

“Para komandan pasukan gabungan koalisi memandang serius laporan-laporan seperti ini, dan sudah dilakukan proses peninjauan secara menyeluruh hingga kemudian terungkap ketidak benaran klaim-klaim ini,” ujarnya.

Namun demikian, lembaga Dokter Lintas Batas (Medicens Sans Frontiers/MSF) mengkonfirmasi serangan koalisi menyasar penjara di Sa’dah dan menewaskan sedikitnya 70 orang serta melukai 138 lainnya. MSF mengutuk serangan itu, menyebutnya “mengerikan” dan melaporkan bahwa upaya pencarian korban dari reruntuhan masih terus dilakukan.

Selain itu, tak kurang dari delapan lembaga swadaya masyarakat dunia, termasuk Action Against Hunger, Oxfam, dan Save The Childerns, dalam sebuah pernyataan bersama menyebutkan bahwa serangan udara itu meremehkan nyawa warga sipil, dan korbannya antara lain adalah imigran.

Gerakan Ansarullah yang mengusai Sanaa, ibu kota Yaman, juga telah merilis rekaman video yang diambil dari udara dan memperlihatkan hancurnya bangunan penjara di Sa’dah akibat serangan udara koalisi.

Kementerian Kesehatan Yaman kubu Sanaa melaporkan bahwa serangan udara Saudi terhadap sebuah penjara di Sa’dah, Yaman, telah menewaskan 77 orang dan melukai ratusan lainnya.

Penjara itu menampung lebih dari 2000 tahanan Yaman dan warga negara lain serta merupakan pusat perlindungan bagi orang-orang Afrika yang hendak menyebrang ke berbagai negara lain (mm/raialyoum)

DISKUSI: