Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Liputan

Ahli: Gempa Itu Sunnatullah, Bencana Adalah Pilihan

Published 22/10/2018 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

Bandung, LiputanIslam.com–Pakar kebencanaan ITB, Irwan Meilano, Ph.D menyatakan bahwa pada dasarnya, gempa adalah sunnatullah atau sesuatu yang alami terjadi. Namun, bisa mendatangkan bencana kepada manusia ketika manusia tidak bersiap siaga atau lalai dalam mempersiapkan diri.

Menurut Irwan, gempa selalu berulang secara berkala, bisa puluhan atau ratusan tahun sekali. Para ilmuwan kebencanaan telah menemukan sejarah titik-titik gempa dan durasi waktu perkiraan berulangnya gempa. Karena itu, siap atau tidak siapnya manusia dalam menghadapi gempa, adalah pilihan manusia itu sendiri. Ketika tidak siap, terjadilah bencana yang merenggut nyawa dan harta.

Persiapan yang dimaksud Irwan misalnya adalah pembangunan gedung yang tahan gempa, tidak membangun bangunan di jalur robekan gempa, dan kemampuan mitigasi bencana.

“Yang tak kalah penting, memperkuat mental dan kesadaran sosial masyarakat. Penjarahan [yang terjadi pasca gempa di beberapa daerah -red] adalah masalah mental. Karena itu, bicara gempa bukan hanya urusan ilmuwan gempa, tetapi juga budayawan, ahli fiqih, pendidik, dan semua pihak yang mampu menjawab mengapa secara mental bangsa kita belum tangguh,” kata Irwan.

Hal ini disampaikan Irwan dalam acara bertajuk Malam Renungan, Doa, dan Kepedulian yang berlangsung di amfiteater Celah-Celah Langit, Ledeng, Bandung (19/10). Acara yang diselenggarakan oleh berbagai komunitas dan organisasi masyarakat ini diisi pula oleh  pembacaan puisi oleh budayawan Iman Soleh dan Anjar, serta lantunan musik beberapa musisi Bandung, seperti Adew Habtsa, Trisnoyuwono, dll.

Pembicara lainnya dalam acara ini, Otong Sulaeman, dosen Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra, mengupas bencana dari perspektif teologis. Otong mengatakan bahwa kematian adalah proses terpisahnya ruh dari raga; dan kematian tersebut bisa terjadi dengan cara yang beragam, termasuk lewat bencana.

Otong juga mengupas relasi bencana dengan maksiat dalam pandangan Islam. Menurutnya, banyak orang serta-merta mengaitkan peristiwa bencana dengan kemaksiatan di daerah tersebut. “Bila bencana selalu dikaitkan dengan maksiat, bukankah ada banyak orang-orang baik di kawasan itu?” kata Otong. Memang betul ada ayat Quran yang menyatakan bahwa ada bencana yang disebabkan oleh kemaksiatan, dan sebaliknya juga, rahmat Allah akan diturunkan kepada penduduk negeri yang bertakwa. Hanya saja, di dalam ayat Al-Quran juga dikatakan bahwa orang-orang baik sekelas para nabi pun tak luput dari ujian berupa bencana. Al-Quran juga menyatakan ada orang-orang kafir yang hidup bergelimangan kemewahan dan luput dari ujian bencana.”

Pembicara ketiga, Miftah F. Rakhmat, seorang intelektual muda dan aktivis sosial-agama, mengingatkan hadirin bahwa dalam hidup manusia selalu saja ada hak-hak orang lain yang luput ditunaikan.

“Karena itulah di hari akhir nanti, di antara sesama manusia akan terjadi saling penuntutan. Orang-orang yang pernah kita langgar haknya akan menuntut kita, dan akibatnya amalan kita terpaksa diberikan kepada mereka. Jangan sampai, saking banyaknya hak orang lain yang kita langgar, kita merugi di akhirat karena bekal amalan yang kita bawa habis. Kelak di hari kiamat, setiap orang akan saling menuntut,” kata Miftah dengan mengutip ayat Quran surah Az-Zumar ayat 30 dan 31

Selanjutnya, menurut Miftah, orang-orang yang terkena bencana, musibah, atau perang, adalah orang-orang yang menderita dan berhak mendapatkan bantuan dari kita. Menyumbang atau memberikan sebagian rezeki kita kepada mereka adalah bagian dari upaya kita menunaikan hak agar kelak di akhirat amalan kita berkurang.

Dedi Mulyadi, mantan Bupati Purwakarta yang sedianya akan menjadi salah seorang pembicara dalam acara ini, ternyata batal hadir. Dedi kemudian ikut menyumbang puisi dan juga dana bagi korban bencana

Penggalangan dana yang dilakukan panitia telah dimulai sejak beberapa waktu sebelum acara. Acara ini terselenggara atas kolaborasi Celah-Celah Langit (CCL) dengan berbagai ormas antara lain Ahlulbait Indonesia (ABI), Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI), Komite Solidaritas Palestina dan Yaman (KOSPY), KURBA, dan Bintul Huda. Selain itu, dalam acara juga diadakan penggalangan dana spontan.

Berdasarkan keterangan panitia, total sumbangan yang terkumpul adalah 56 juta rupiah, yang akan diserahkan kepada korban gempa di Palu, Donggala, dan Sigi. (dw)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Filsafat Islam sebagai Way of Thinking, Solusi Menghadapi Problema Sosial di Era Industri 5.0

By Farid
Internasional

Saking Dahsyatnya, Kekuatan Ledakan Beirut Setara Gempa 4,5 Richter

By Hadi
Liputan

Indahnya Merajut Persaudaraan dalam Perbedaan

By Fadel
Liputan

Mencari Keadilan untuk Novel Baswedan

By Fadel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account