Yordania Berupaya Batalkan Pembelian Gas dari Israel

0
77

Amman,LiputanIslam.com-Dengan kian dekatnya waktu pemasangan jalur pipa dari Israel ke Yordania di penghujung 2019, pemerintah Yordania berusaha untuk membatalkan kesepakatan pembelian gas Israel.

Dikutip dari situs berita i24News, pihak kedua dalam kesepakatan ini adalah perusahaan Noble Energy asal AS. Perusahaan ini memiliki 40 persen saham di ladang gas Leviathan di Laut Mediterania.

Menurut sumber-sumber di kementerian energi Yordania, negara ini berupaya menghindari dari kewajiban membayar ganti rugi 1,5 milyar dolar jika transaksi dibatalkan.

Baca:  Rouhani: Saudi dan Israel di Balik Tekanan AS terhadap Iran

Saat ini, produksi listrik Yordania meningkat pesat. Bahkan Amman berencana untuk mengekspor listrik ke negara-negara tetangga. Yordania juga menanamkan investasi di sektor energi terbarukan. Di saat yang sama, impor gas dari Mesir juga berjalan lancar. Semua ini membuat kebutuhan kepada gas Israel tidak lagi mendesak.

Raja Abdullah II baru-baru ini mengatakan kepada sejumlah wakil parlemen, bahwa Amman tengah mengkaji jalur-jalur konstitusional untuk membatalkan kesepakatan.

Perusahaan listrik nasional Yordania menandatangani kesepakatan dengan Noble Energy pada 2016 lalu. Saat itu, kesepakatan ini diprotes keras oleh banyak partai dan elemen masyarakat.

Baru-baru ini, para legislator Yordania berusaha memasukkan kajian pembatalan transaksi ini di parlemen, Namun pemerintah berargumentasi bahwa ini bukan transaksi pemerintah, tapi antara dua korporasi. Dengan demikian, parlemen tidak bisa membatalkannya.

Berdasarkan kesepakatan, Noble Energy akan menjual 45 milyar kubik gas Israel ke Yordania selama 15 tahun mulai dari 2020 nanti. (af/alalam/fars)

DISKUSI: