Sanaa,LiputanIslam.com-Ketua komite tawanan Yaman menyatakan, pihaknya akan mengizinkan organisasi-organisasi internasional menemui para tawanan dan mengetahui kondisi mereka.

Dalam konferensi pers di Sanaa, Abdul Qadir Murtadha juga meminta agar badan-badan internasional mengambil langkah yang diperlukan guna melindungi tempat ditahannya para tawanan.

Baca: Saudi Melobi Barat untuk Membendung Publikasi Video-Video Operasi Militer Yaman

“Semua yang kami lakukan demi mewujudkan keamanan jiwa para tawanan. Kami siap bertukar tawanan dari bangsa manapun,”tegas Murtadha.

Murtadha menyinggung kesepakatan Swedia dan isi kesepakatan tersebut terkait cara memperlakukan tawanan. Dia berkata,”Semua tindakan kami dalam koridor pasar terkait tawanan di kesepakatan Swedia (perjanjian Hudaydah).”

Pasukan Yaman memulai operasi militer “Nasr min Allah” sejak 15 Agustus lalu di berbagai titik di Najran. Operasi ini dijalankan dengan pengamatan intelijen yang teliti serta diikuti berbagai satuan militer di angkatan bersenjata Yaman.

Menurut Yahya Saree (jubir angkatan bersenjata Yaman), elemen “kejutan” di operasi ini adalah salah satu faktor yang menentukan kemenangan atas koalisi agresor. Infiltrasi yang dilakukan di tengah pasukan dan antek musuh juga sangat berperan penting dalam kesuksesan operasi. (af/alalam)

Baca Juga:

Tentara Yaman Merinci Operasi Militernya yang Sangat Menghebohkan di Najran, Saudi

Koalisi Saudi Halangi Evakuasi Jenazah Pasukannya di Najran

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*