Wapres Afghanistan: Kami Pantang Menyerah kepada Taliban

0
280

Kabul, LiputanIslam.com –  Wakil Presiden pertama Afghanistan, Amrullah Saleh, mengumumkan dirinya sebagai penjabat presiden sementara yang sah, menyusul kaburnya Presiden Ashraf Ghani di tengah keberhasilan gerilyawan Taliban menguasai Kabul, ibu kota Afghanistan.

Pekan lalu dalam sebuah rapat keamanan yang dipimpin Ashraf Ghani, Amrullah yang dikenal getol memerangi Taliban mengaku bangga atas tentara pemerintah Afghanistan, dan pemerintah akan mengerahkan segenap upayanya untuk memperkuat perlawanan terhadap Taliban.

Dalam pernyataan di Twitter, Selasa (17/8/2021), dia menegaskan bahwa sesuai aturan kenegaraan, dialah pemimpin tertinggi yang sah apabila presiden tidak ada.

“Menurut aturan jelas Konstitusi Republik Islam Afghanistan, dalam hal presiden tidak hadir, melarikan diri atau meninggal, wakil presiden pertama akan menjadi penjabat Presiden,” cuit Saleh.

Amrullah Saleh juga mengecam keras pernyataan Presiden AS Joe Biden yang menyebut Taliban menang karena para pemimpin Afghanistan telah menyerah.

“Tidak ada gunanya berdebat dengan Presiden AS soal Afghanistan sekarang. Biarkan dia mencernanya. Kami di Afghanistan mesti membuktikan bahwa Afghanistan bukanlah Vietnam dan Taliban bahkan tidak jauh seperti Viet Cong,” ungkap Saleh.

Saleh juga memosting video insiden Bandara Kabul di mana sejumlah orang Afghanistan menaiki bagian kaki pesawat militer AS yang akan lepas landas. Menurut Saleh, video ini mengingatkan orang pada foto tahun 1975 di mana sejumlah orang di Saigon (Ho Chi Minh), Vietnam, juga bergelantungan pada sebuah helikopter militer AS yang ditarik dari Vietnam.

Tanpa menyebutkan lokasi keberadaannya, dia menegaskan, “Tak seperti AS/NATO, kami tidak kehilangan semangat, dan melihat peluang besar di depan. Peringatan yang tidak berguna telah selesai. Mari bergabung dengan perlawanan.”

Dia juga menyatakan, “Kami tak akan pernah tunduk kepada Taliban dalam kondisi apapun” dan “tak akan pernah berkhianat” kepada Ahmad Shah Massoud, pemimpin Aliansi Utara yang telah dibunuh oleh dua anggota Al-Qaeda menjelang Tragedi 11 September AS. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Adakan Konferensi Pers Pertama, Taliban:  Jangan Coba Bangkitkan Permusuhan Antar Etnis

Tanggapi Kemenangan Taliban, Sayid Nasrallah: Pemandangan di Kabul Mirip Saigon Vietnam

DISKUSI: