Wall Street Journal: Pejabat Tinggi AS Diam-Diam Berkunjung ke Damaskus

0
44

Washington, LiputanIslam.com –  Surat kabar The Wall Street Journal pada Minggu malam (18/10/2020) melaporkan bahwa seorang pejabat Gedung Putih belum lama ini telah melakukan kunjungan rahasia ke Damaskus dan mengadakan pembicaraan dengan pemerintah Suriah.

Surat kabar AS itu menyebutkan bahwa menurut anggota pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan sumber lain yang mengetahui proses pembicaraan itu, Asisten Wakil Presiden AS Kash Patel, yang merupakan pejabat kontra-terorisme terkemuka di Gedung Putih, mengunjungi Damaskus pada awal tahun ini dan mengadakan pertemuan rahasia dengan pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk pembebasan dua warga negara AS yang dianggap ditahan oleh otoritas Suriah.

Sumber itu tidak mengungkapkan pejabat Suriah yang ditemui Patel, tapi mengklarifikasi bahwa pembicaraan diadakan dengan tujuan mencapai “kesepakatan dengan Assad” untuk pembebasan jurnalis independen AS.

Dua jurnalis itu ialah Austin Tice, yang sebelumnya bertugas di marinir dan menghilang selama liputannya tentang perkembangan di Suriah pada tahun 2012, dan dokter AS asal Suriah Majid Kamalmaz, yang menghilang setelah ditahan di pos pemeriksaan pasukan pemerintah Suriah pada tahun 2017.

Diyakini pula bahwa setidaknya masih ada empat warga AS lainnya yang ditahan oleh otoritas Suriah, tapi menurut surat kabar itu, informasi tentang kasus mereka sangat minim, dan kunjungan tersebut merupakan kunjungan pertama seorang pejabat senior AS ke Suriah sejak 10 tahun silam.

Pemerintah AS memutuskan hubungan diplomatik dengan Suriah pada tahun 2012 setelah menuduh pemerintahan Assad  menindas demonstran.

Sejak itu pemerintah AS di bawah kepresidenan Barack Obama, dan kemudian penggantinya, Donald Trump, melakukan berbagai upaya besar untuk mengisolasi pemerintah Suriah di kancah internasional dan menjatuhkan sanksi yang luas terhadap Damaskus. (mm/rta)

Baca juga:

Wawancara dengan Media Saudi, Pejabat Intelijen Israel: Assad Semestinya Dibunuh

Otoritas Kurdi Suriah Lepaskan 600-an Tahanan ISIS, Ini Alasannya

DISKUSI: