Riyadh, LiputanIslam.com – Arab Saudi yang sedang menerima kunjungan dua hari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken tampak menanggapi dingin dan bahkan mengabaikan motivasi terbaru AS untuk normalisasi hubungan Saudi dengan Rezim Zionis Israel serta masalah rekonsiliasi Saudi dengan Suriah.
Dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud di Riyadh, Kamis (8/7), Blinken kembali menegaskan bahwa Washington akan terus memainkan peran integral memperluas normalisasi antara Israel dan Arab Saudi.
Blinken, yang berada di Saudi sebagai bagian dari dorongan AS terkait dengan perselisihan mengenai harga minyak serta keterbukaan Saudi terhadap Iran, juga menegaskan bahwa normalisasi hubungan antara rezim Israel dan negara-negara sekitarnya merupakan prioritas bagi Washington.
Menanggapi hal ini, Faisal bin Farhan tampak mengabaikan keinginan mitranya dari AS itu. Dengan bahasa diplomatis dia mengatakan, “Kami percaya bahwa normalisasi dengan Israel akan menguntungkan semua orang, tapi tanpa perdamaian bagi rakyat Palestina dan perolehan negara merdeka, manfaat normalisasi akan terbatas.”
Jauh hari sebelumnya, yaitu pada KTT Liga Arab di Jeddah pada 19 Mei, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menegaskan, “Masalah Palestina tetap merupakan isu sentral bagi negara-negara Arab, dan menjadi prioritas utama kerajaan.”
Dia juga menekankan, “Kami tidak akan menunda pemberian bantuan kepada rakyat Palestina dalam pemulihan tanah mereka, pemulihan hak-hak mereka yang sah dan pendirian negara merdeka di perbatasan 1967 dengan al-Quds Timur sebagai ibukotanya.”
Pada hari Kamis kemarin, Blinken juga menegaskan kembali bahwa Washington tidak akan menormalisasi hubungan dengan Suriah dan tidak pula mendukung normalisasi hubungan negara lain dengan pemerintah Presiden Bashar al-Assad.
Menanggapi hal inipun, Faisal balik membela keputusan penting Liga Arab mencabut pembekuan keanggotaan Suriah, yang semula diberlakukan sejak bermulanya konflik Suriah pada 12 tahun silam.
“Suriah membuat komitmen yang sangat jelas untuk mengatasi masalah komunitas internasional,” tutur Faisal.
“Kami memiliki perbedaan pendapat, tapi kami sedang mencari mekanisme agar kami dapat bekerja sama,” sambungnya dalam konferensi bersama tersebut.
Sementara itu, semua media Saudi tampak sengaja meremehkan kunjungan Blinken, kendati dia juga bertujuan mengembalikan hubungan Washington-Riyadh kepada era keemasannya.
Beberapa surat kabar Saudi menerbitkan berita pertemuan Blinken dengan Putra Mahkota Saudi dan menteri luar negeri negara-negara Teluk bukan di halaman depan, melainkan di dalam, itupun dengan cetakan kecil sehingga orang yang ingin membacanya seakan membutuhkan kaca pembesar, sementara berita dan foto kedatangan pesepak bola Prancis asal Aljazair, Karim Benzema, ke Jeddah untuk bergabung dengan Football Association Club diterbitkan halaman depan.
Hal itu tak pelak menjadi pesan yang gamblang dan mencerminkan bagaimana opini publik sekaligus instruksi dari pimpinan tertinggi Saudi serta realitas baru di mana Saudi sudah terserap ke kubu aliansi Rusia-China-Iran serta mendukung tatanan dunia multipolar. (mm/presstv/raialyoum)
Baca juga: