Teheran, LiputanIslam.com – Iran secara resmi membuka kembali kedutaan besar (kedubes)-nya di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, Selasa (6/6/), beberapa bulan setelah kedua negara sepakat untuk memulihkan hubungan diplomatik di bawah perjanjian yang ditengahi China.
“Kami menganggap hari ini sebagai hari penting dalam hubungan Republik Islam Iran dan Kerajaan Arab Saudi,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Alireza Bigdeli dalam upacara pengibaran bendera.
“Kerja sama antar negara memasuki era baru,” tambahnya.
Pembukaan kembali kedutaan akan memfasilitasi perjalanan antara Iran dan Arab Saudi, karena mereka telah berusaha memulihkan penerbangan langsung, meningkatkan perdagangan, dan membangun kembali koneksi bisnis.
Sementara Arab Saudi belum membuka kembali kedutaannya di Teheran, pemulihan hubungan diplomatik memungkinkan jemaah haji Iran untuk lebih mudah mengajukan visa Saudi untuk ibadah haji yang akan datang.
Juru bicara Kemlu Iran Nasser Kanaani Senin lalu mengatakan bahwa para diplomat Iran sudah mulai membantu jamaah haji Iran , dan konsulat Iran juga akan dibuka kembali di kota pelabuhan Jeddah minggu ini.
Pada 10 Maret, setelah beberapa hari negosiasi intensif yang diselenggarakan oleh China, Iran, dan Arab Saudi setuju untuk memulihkan hubungan diplomatik dan membuka kembali kedubes, tujuh tahun setelah hubungan mereka terputus.
Dalam pernyataan bersama setelah penandatanganan perjanjian, Teheran dan Riyadh menyoroti perlunya menghormati kedaulatan nasional satu sama lain dan menahan diri untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri satu sama lain.
Mereka setuju untuk menerapkan perjanjian kerja sama keamanan yang ditandatangani pada April 2001 dan kesepakatan lain yang dicapai pada Mei 1998 untuk meningkatkan kerja sama bidang ekonomi, komersial, investasi, teknis, ilmiah, budaya, olahraga, dan kepemudaan.
Bulan lalu, Iran menunjuk Alireza Enayati sebagai utusan Iran untuk Riyadh. Enayati sebelumnya menjabat sebagai duta besar Iran untuk Kuwait, asisten menteri luar negeri dan direktur jenderal urusan Teluk Persia di Kementerian Luar Negeri.
Pada 11 Mei, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengumumkan bahwa Arab Saudi telah menunjuk duta besar baru untuk Teheran, sejalan dengan perjanjian Maret yang ditengahi China antara kedua negara untuk pemulihan hubungan. (mm/presstv)
Baca juga: