[Video:] Koalisi Arab Ancam Gempur Pelabuhan Yaman Jika Ansarullah Tak Lepaskan Kapal Senjata yang Disita

0
553

Riyadh, LiputanIslam.com –  Pasukan koalisi Arab yang dipimpinan Arab Saudi dalam perang di Yaman, Selasa (4/1), mengancam akan menggempur pelabuhan-pelabuhan Yaman yang digunakan pasukan Ansarullah (Houthi) dalam menghentikan dan menahan sebuah kapal bermuatan senjata dan berbendera Uni Emirat Arab (UEA).

Sehari sebelumnya, pasukan Ansarullah menyita sebuah kapal bernama Rwabee yang berbendera UEA di selatan Laut Merah dekat kota Hudaydah Yaman. Koalisi mengklaim kapal itu memuat peralatan medis, namun Ansarullah membantahnya dengan merilis video yang memperlihatkan kapal itu memuat senjata dan perlengkapan militer.

Jubir tentara Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, mengatakan,Angkatan Laut Yaman  berhasil melancarkan sebuah operasi militer berkualitas yang menyasar sebuah kapal militer di perairan regional Yaman di Laut Merah, tepatnya di depan provinsi Hudaydah, ketika sedang melakukan aktivitas agresif.”

Dia menambahkan, “Kapal agresif ini membawa perlengkapan militer berupa kendaraan dan berbagai peralatan yang digunakan dalam agresi terhadap bangsa Yaman.”

Saree menyampaikan pesan kepada negara-negara koalisi dengan mengatakan bahwa pasukannya mampu melindungi  perairan Yaman, dan siap untuk semua opsi, termasuk menguasai kapal-kapal bermuatan senjata yang digunakan untuk menyerang bangsa Yaman.

Di pihak lain, Jubir Koalisi Arab Turki Al-Maliki menegaskan bahwa Ansarullah harus membebaskan kapal Rwabee dengan semua muatannya yang “bercorak kemanusiaan dan non-militer” dari Pelabuhan Al-Salif .

Dia memperingatkan bahwa jika permintaan ini tidak dipenuhi maka “pelabuhan-pelabuhan yang menjadi tempat peluncuran dan perlindungan operasi perompakan, penculikan dan perampokan bersenjata serta para anasir perompakan laut yang telah terjadi itu akan menjadi target serangan militer yang sah.”

Seorang pejabat Saudi yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan kepada AFP , “Pasukan koalisi bisa jadi akan menyerang kapal itu jika tidak dilepaskan oleh Houthi.” Dia mengklaim bahwa Ansarullah Yaman telah membuat video palsu yang memperlihatkan adanya senjata dan kendaraan-kendaraan militer Saudi di dalam kapal tersebut.

Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) di Teluk Persia, yang juga meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengkonfirmasi kepada AFP pada Senin lalu bahwa “proses penahanan (kapal) ini adalah tindakan yang tidak biasa. Tampaknya ini adalah kasus pertama yang diketahui dari penyitaan kapal koalisi pimpinan Saudi oleh Houthi selama lebih dari dua tahun.”

Namun, pejabat itu mengaku tidak mengetahui isi kapal atau apakah kapal itu memuat peralatan militer.

Pada November 2019, Ansarullah pernah menyita lokomotif Saudi serta kapal dan eskavator Korea Selatan di utara kota Hudaydah di pantai Laut Merah, tapi kemudian melepaskannya lagi.

Sejak pertengahan 2014, Yaman diwarnai perang perebutan kekuasaan antara Ansarullah dan pasukan pemerintah yang didukung oleh koalisi militer pimpinan Saudi sejak Maret 2015. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Saree: Yaman akan Gunakan Rudal-rudal Baru di Tahun 2022

Yaman Sukses Rontokkan 20 Drone Saudi Sepanjang Tahun 2021

DISKUSI: