[Video:] IRGC Sukses Luncurkan Wahana Pembawa Satelit “Qaem 100”

0
77

Teheran LiputanIslam.com   Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran berhasil meluncurkan wahana pembawa satelit suborbital bahan bakar padat tiga tahap yang dinamai “Qaem 100”, Sabtu (5/11).

Qaem 100 adalah wahana pertama sejenisnya yang dibuat oleh para ilmuwan Iran dengan kemampuan menempatkan satelit seberat hingga 80 kilogram ke orbit 500 kilometer dari permukaan bumi.

Mesin tahap pertama berbahan bakar padat roket yang telah menjalani uji darat awal tahun ini dinyatakan berhasil menyelesaikan penerbangan luar angkasa suborbital pertamanya.

Dengan demikian, ungkap pejabat IRGC, Qaem 100 sekarang siap meluncurkan Nahid, satelit yang diproduksi oleh Kementerian Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran, ke orbit dalam waktu dekat.

Komandan Divisi Dirgantara IRGC, Brigjen Amir-Ali Hajizadeh, dan pejabat militer senior lainnya, mengawasi uji terbang wahana tersebut.

Di sela-sela upacara, Hajizadeh mengatakan negara-negara arogan, yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS), melakukan semua yang mereka bisa untuk menghalangi kemajuan Iran.

“Mereka tidak tahan terhadap pencapaian mengesankan Republik Islam Iran,” ujarnya.

Peluncuran wahana sebelumnya telah menuai kecaman dari AS dan sekutunya, yang telah lama mewaspadai program satelit Iran karena teknologi yang sama dapat digunakan untuk mengembangkan rudal jarak jauh. Namun Iran menyatakan program satelitnya ditujukan untuk penelitian ilmiah dan aplikasi sipil lainnya.

Hajizadeh menekankan bahwa para pemuda Iran mencetak prestasi besar sedemikian rupa dan berhasil mengasi “sanksi terberat” Barat terhadap Iran.

Dia juga menegaskan bahwa Iran akan terus menyusuri jalan kemajuan dan teknologi modern.

Dalam beberapa tahun terakhir Iran berhasil membuat dan menempatkan beragam satelit ke luar angkasa serta meluncurkan berbagai tipe wahana pembawa satelit.

Pada akhir Juni lalu Iran menguji roket pembawa satelit propelan hibrida yang dikembangkan di dalam negeri dan dinamai “ Zuljanah” demi “tujuan penelitian yang telah ditentukan” untuk kedua kalinya. (mm/presstv)

Baca juga:

Gedung Putih: Tak Ada Tanda Keruntuhan Pemerintahan Iran

Iran Sebut AS Gunakan Isu HAM sebagai Alat Politik

DISKUSI: