Baalbek, LiputanIslam.com – Gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon memamerkan rudal anti-pesawat SAM-6 di sebuah pameran militer di kota Baalbek Timur.
Saluran televisi Al-Manar milik Hizbullah melaporkan bahwa rudal tersebut dipamerkan pada hari Sabtu (26/8), dalam rangka peringatan enam tahun pembebasan wilayah Jurud Sharqiya dari cengkeraman kelompok teroris ISIS.
Pameran militer ini dimulai di area seluas lebih dari 10.000 kilometer persegi dengan menampilkan semua peralatan dan kendaraan lapis baja yang disita Hizbullah selama perang melawan Isral pada tahun 1982, 2000, dan 2006 serta pertempuran dengan kelompok teroris ISIS pada tahun 2017.
Berbicara pada acara tersebut, ketua dewan politik Hizbullah, Ibrahim Amin Al-Sayid, menyatakan barang-barang yang ditampilkan itu merupakan “bukti nyata kekuatan dan efisiensi resistensi untuk mengalahkan dan melemahkan musuh”.
Pameran demikian, tambahnya, diadakan dalam upaya untuk mencegah agar prestasi Hizbullah tidak dilupakan begitu saja.
Al-Sayid mengecam para penguasa Arab tertentu karena menurut desakan AS, dan memperingatkan bahwa Washington hanya mengejar kepentingannya sendiri.
Awal bulan ini, Hizbullah meluncurkan sistem peluru kendali “Tharallah”, yang memiliki “presisi untuk mencapai dan menghancurkan sasaran secara bersamaan”.
Pada bulan Mei lalu Hizbullah mengadakan latihan militer skala besar di Lebanon Selatan, untuk menunjukkan kekuatannya menjelang peringatan 23 tahun pembebasan wilayah tersebut dari pendudukan Israel.
Hizbullah didirikan menyusul peristiwa invasi dan pendudukan Israel di Lebanon Selatan pada tahun 1982.
Sejak itu, mereka berkembang menjadi kekuatan militer yang kuat, melancarkan serangan terhadap militer Israel selama perang tahun 2000 dan 2006, dan meruntuhkan mitos bahwa rezim Zionis itu tak terkalahkan.
Hizbullah telah berjanji untuk dengan tegas membela Lebanon jika Israel kembali mengobarkan perang.
Pada bulan lalu, surat kabar harian Maariv Israel mengutip pernyataan kehawatiran militer Israel terhadap meningkatnya kemampuan pertahanan udara Hizbullah dalam melawan agresi udara Israel terhadap Lebanon. (mm/almayadeen)
Baca juga: