[Video:] Azerbaijan Tutup Masjid Perwakilan Ayatullah Ali Khamenei di Baku

0
306

Teheran, LiputanIslam.com –   Otoritas Azerbaijan menutup sebuah masjid yang terkait dengan kantor perwakilan Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei beberapa hari setelah Baku mengecam latihan militer Iran di dekat perbatasan Azerbaijan.

Tanpa keterangan lebih lanjut, kantor berita Tasnim yang berbasis di Iran, Selasa (5/10), melaporkan bahwa penutupan masjid kantor Sayid Ali Akbar Ajaghnezad, wakil Ayatullah Khamenei di Baku, tersebut dilakukan atas instruksi otoritas Azerbaijan.

Jubir Kemlu Azerbaijan menyatakan bahwa masjid itu ditutup akibat peningkatan jumlah inveksi Covid-19, dan karena itu hanya bersifat “sementara”.

Dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA, Kedubes Iran di Baku mengaku akan meminta “penjelasan (dari otoritas Baku) mengenai langkah yang dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya itu”.

Iran dan Azerbaijan yang mayoritas penduduknya sama-sama bermazhab Syiah semula terikat hubungan yang baik. Namun, dua negara yang memiliki perbatasan bersama antara keduanya sepanjang sekira 700 kilometer itu belakangan terlibat saling kritik menyusul latihan perang tentara Iran di dekat perbatasan tersebut.

Terkait latihan perang itu para pejabat Iran berulang kali menegaskan penolakan negara ini terhadap keberadaan kaum Zionis Israel di dekat perbatasan Iran, sebagai sindiran keras atas hubungan erat dankerjasama antara Azerbaijan dan Israel, termasuk di bidang militer.

Jubir Iran Saeed Khatibzadeh pada 28 September lalu menegaskan, “Iran tak akan pernah membiarkan segala bentuk keberadaan Rezim Zionis di dekat perbatasannya, dan dalam hal ini akan mengambil langkah yang dianggapnya sesuai dengan keamanan nasionalnya.”

Sebelum itu, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dalam wawancara dengan kantor berita Turki, Anadolu, menyebut rencana latihan militer itu sebagai “peristiwa yang sangat mengejutkan. Dia juga mengatakan, “Ini adalah hak kedaulatan mereka. Tapi mengapa sekarang, dan mengapa di dekat perbatasan kami?”

Terkait kebijakan Aliyev, situs berita Al-Alam milik Iran, Selasa, mengunggah video yang memperlihatkan Aliyef mengelus-elus drone buatan Israel.

Al-Alam menyebutkan, “Otoritas Azerbaijan membantah segala bentuk keberadaan Israel di wilayahnya, tapi di saat yang sama Presiden Azerbaijan dalam sebuah penggalan video terlihat mengelus-elus pesawat nirawak buatan Israel.”

Pekan ini Kemlu Azerbaijan membantah “anggapan mengenai keberadaan pihak ketiga (Israel) di dekat perbatasan Azerbaijan-Iran”, dan menyebut anggapan itu “sama sekali tak berdasar”.

Kepala Dewan Strategi Hubungan Luar Negeri Republik Islam Iran, Kamal Kharrazi, Selasa, menasehati para pejabat Azerbaijan agar mengandalkan bangsanya sendiri daripada  “membeli keamanan dari pasukan asing”.

Dia juga memperingatkan, “Motif, tujuan dan kepentingan ilegal pihak-pihak asing dapat memicu persaingan militer di kawasan serta dapat menimbulkan kerugian dan kehancuran bagi negara tuan rumah.”

Dia menambahkan, “Negara manakah di kawasan yang mampu meningkatkan kekuatan militernya dengan hadirnya kekuatan asing di wilayahnya sehingga tidak lagi membutuhkan orang asing?  Republik Islam Iran saat ini merupakan kekuatan besar di kawasan karena mengandalkan diri dan kemerdekaannya dari kekuatan asing.” (mm/raialyoum/tasnim)

Baca juga:

Turki akan Gelar Latihan Militer Bersama Azerbaijan di Wilayah Perbatasan dengan Iran

[Video:] Gelar Latihan Perang Besar, Iran Tegaskan Israel Tak Boleh Ada di Azerbaijan

DISKUSI: