Utusan Taliban Masuki Panjshir untuk Berunding dengan Ahmad Massoud

0
262

ahmad massoud dan amrullah saleh

Panjshir, LiputanIslam.com –  Delegasi Taliban telah memasuki Panjshir, satu-satunya wilayah Afghanistan yang belum dikuasai Taliban, untuk mengadakan perundingan dengan tokoh muda berpengaruh di wilayah ini, Ahmad Massoud, putra tokoh legendaris Afghanistan Ahmad Shah Massoud, yang menolak menyerah kepada Taliban.

Sumber-sumber yang dekat dengan Ahmad Massoud saat menyatakan hal itu menyebutkan bahwa pasukan anti-Taliban menginginkan perundingan yang “bermakna, mempertimbangkan hak rakyat dan membicarakan pemerintahan yang menjamin keadilan sosial”.

Di pihak lain, Mufti An’amullah Samangani, anggota Komisi Kebudayaan Taliban, mengkonfirmasi bahwa delegasi mereka telah bertolak ke Panjshir untuk berbicara dengan Ahmad Massoud dan sejumlah tokoh politik lain.

Menurutnya, kedua pihak serius berunding dan menekankan bahwa masalah Panjshir harus diselesaikan secara damai.

“Mereka (delegasi Taliban) rencananya akan melihat dan meninjau Ahmad Massoud sendiri serta sejumlah penduduk lain yang berpengaruh dalam urusan Panjshir, dan upaya untuk ini sedang berlangsung,” ungkapnya.

Perundingan antara kedua pihak dimulai manakala Taliban dan pasukan Panjshir sama-sama berbicara mengenai penggunaan opsi militer terhadap satu sama lain.

Sementara itu, Amrullah Saleh, wakil presiden pelarian Ashraf Ghani, di Twitter menyebutkan bahwa Taliban tidak memperkenankan masuknya bahan makanan di daerah pedesaan Andarab sehingga kondisi kemanusiaan di sana mengenaskan. Namun Taliban membantah pernyataan Saleh dan menyebutkan bahwa semua jalur Andarab terbuka.

Sebuah sumber yang dekat dengan Ketua Dewan Tinggi Rekonsiliasi Nasional Afghanistan menyatakan bahwa perundingan antara para pemimpin politik dan Taliban berlanjut secara sporadis, dan sejauh ini pembahasan utama mengenai mekanisme pembentukan pemerintahan masih belum dimulai.

Beberapa hari lalu, Ahmad Massoun menyatakan siap berunding dengan Taliban yang telah menguasai Kabul sejak 15 Agustus lalu, namun sembari memperingatkan bahwa pihak Panjshir siap berperang jika Taliban mendatangi Panjshir dengan membawa senjata.

Tutup Akses Bandara Kabul

Sumber-sumber Taliban menyatakan bahwa kelompok yang menguasai hampir semua wilayah Afghanistan ini memutuskan untuk melarang orang-orang Afghanistan memasuki Bandara Kabul dengan alasan terjadinya kekacauan pada evakuasi yang dilakukan oleh negara-negara asing terhadap warga negara mereka dan orang-orang Afghanistan yang pernah bekerjasama dengan mereka.

Sumber-sumber Komisi Kebudayaan Taliban mengatakan, “Taliban menutup semua jalur akses ke Bandara, dan tidak akan membiarkan orang Afghanistan memasukinya.”

Seorang saksi mata di depan Bandara Kabul mengatakan, “Taliban menghentikan mobil-mobil kedutaan besar di luar (bandara) dan tidak membolehkan mereka membawa para pekerja Afghan memasuki bandara.” (mm/fna/sputnik)

Baca juga:

Bahkan AS pun Kesulitan Evakuasi Warganya dari Kabul

Tokoh Taliban: Pemerintahan Baru Afghanistan akan Diumumkan Secepatnya

DISKUSI: