Turki Tunjuk Duta Besar Barunya untuk Israel, Ada Apa?

0
135

Ankara, LiputanIslam.com –    Turki telah menunjuk duta besar barunya untuk Israel yang oleh beberapa sumber dinilai sejalan dengan upaya untuk menormalisasi hubungan dengan Zionis dan sebagai bingkisan untuk pemerintahan presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

Duta besar baru itu adalah Ufuk Ulutas, 40 tahun, ketua Pusat Penelitian Strategis di Kementerian Luar Negeri Turki dan seorang pejabat politik yang mempelajari politik Ibrani dan Timur Tengah di Universitas Ibrani di kota Quds (Yerusalem).

Dia juga bekerja sebagai direktur yayasan SETA yang mewadahi para pemikir pro-pemerintah Turki, dan menulis banyak makalah tentang kebijakan Timur Tengah dan sejarah Yahudi. Dia juga ahli tentang Iran.

Menurut Al-Monitor, sumber yang akrab dengan Ulutas mendeskripsikannya sebagai sesuatu yang aneh;  “sangat halus”, “sangat pintar” dan “sangat pro-Palestina.”

Turki dan Israel menarik pulang dubes masing-masing sejak Mei 2018, setelah Ankara meminta duta besar Israel “mengambil cuti”, untuk menandai protes Turki atas serangan Israel terhadap warga Palestina di Gaza serta keputusan pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk memindahkan Kedutaan Besar AS ke Quds.

Turki di era Presiden Recep Tayyip Erdogan terisolasi dan terjepit secara ekonomi. Tertekan oleh sanksi AS dan Uni Eropa (UE), Turki lantas berusaha memperbaiki hubungan dengan keduanya bahkan ketika Ankara masih terus menerapkan perilaku yang sama; menutup pintu kritik, bermesraan dengan Rusia, dan meregangkan ototnya di kawasan Mediterania timur sehingga mengundang kemarahan Barat.

Salah satu cara untuk sedikit banyak mendapat simpati Washington, lanjut Al-Monitor, adalah dianggap memiliki hubungan yang baik dengan Israel, dan dalam rangka ini, kepala intelijen Turki Hakan Fidan pada 30 November dilaporkan mengadakan pembicaraan rahasia untuk pertama kalinya dengan para pejabat Israel, dengan agenda pemulihan hubungan ke tingkat duta besar. (mm/almonitor)

Baca juga:

Sandiwara Persiteruan Menlu Israel dan Mantan Kepala Intelijen Arab Saudi

INSS: Perang Israel vs Poros Resistensi di Masa Mendatang Mencakup Libanon, Suriah, Irak, dan Gaza

DISKUSI: