Turki Tuding UEA Berbuat Jahat di Libya, dan akan Minta Pertanggungjawaban

0
137

Ankara, LiputanIslam.com – Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar menuduh Uni Emirat Arab (UEA) melakukan “tindakan jahat” di Libya dan Suriah, dan bersumpah bahwa Ankara akan meminta pertanggungjawaban “di tempat dan waktu yang tepat”.

“UEA mendukung organisasi-organisasi teroris yang bermusuhan dengan Turki dengan maksud untuk mencelakakan kami. UEA harus mempertimbangkan ukurannya yang kecil dan tingkat pengaruhnya, dan tidak boleh menyebarkan hasutan dan kerusakan,” kata Akar, Jumat (31/7/2020).

Akar juga mengatakan bahwa Uni Emirat Arab adalah negara yang “berguna” bagi orang lain. “(Mereka) melayani orang lain secara politik atau militer, dan (mereka) digunakan dari jarak jauh,” katanya.

Hubungan Ankara dengan UEA keruh sejak peristiwa kudeta gagal di Turki pada tahun 2016, ketika para pejabat Turki mulai mempertanyakan secara terbuka apakah putra mahkota Abu Dhabi, Mohammed bin Zayed, terkait dengan peristiwa itu.

Mei lalu Kementerian Luar Negeri Turki menuduh UEA mendukung kelompok militan Somalia al-Shabab serta ambisi separatis Dewan Transisi Selatan (STC) di Yaman.

Belakangan, Turki mencurigai pesawat milik UEA awal Juli lalu digunakan untuk menyerang sistem pertahanan udara Turki di pangkalan udara al-Watiya, Libya barat, yang dikuasai oleh Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang didukung Turki.

Turki secara militer mendukung GNA dalam melawan kubu Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Khalifa Haftar yang didukung Mesir dan UEA.

Mengenai Mesir, Akar mengatakan, “Saya menyarankan Mesir untuk menahan diri dari pernyataan yang bukannya melayani perdamaian di Libya, tapi malah memicu perang.” (mm/raialyoum/mee)

Baca juga:

Jenderal Mesir Periksa Kesiapan Tempur Pasukannya di Dekat Perbatasan Libya

Turki Ancam Tumpas Musuhnya di Libya, LNA Siap Hadapi Serangan

DISKUSI: