Turki Sebut Mesir akan Celaka Jika Ikut Terlibat dalam Perang Libya

0
80

Ankara, LiputanIslam.com –  Kantor kepresidenan Turki melontarkan peringatan keras dengan menyatakan bahwa Mesir akan celaka jika ikut terlibat dalam perang Libya, dan bahwa Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Khalifa Haftar harus angkat kaki dari kota Sirte dan Al-Jafrah jika ingin mencapai perjanjian gencatan senjata permanen.

Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin dalam wawancara dengan Reuters, Rabu (22/7/2020), menyatakan bahwa perjanjian apa pun untuk menghentikan pertempuran di Libya harus didasarkan pada kembali LNA ke peta tahun 2015, yang antara berarti penarikan pasukan Haftar dari kota Sirte dan pangkalan udara Al-Jafra di dekatnya. Sirte merupakan pintu gerbang ke ladang minyak di timur Libya.

“Kelanjutan gencatan senjata mengharuskan penarikan pasukan Haftar dari Al-Jafra dan Sirte,” tegasnya.

Kalin kemudian mengingatkan bahwa pengerahan pasukan Mesir ke Libya dapat mengganggu upaya penghentian perang serta berbahaya bagi Mesir sendiri.

“Campur tangan (Mesir) di Libya adalah pertaruhan berbahaya bagi Mesir,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Turki tidak akan membiarkan tindakan gegabah di Libya, dan mengingatkan kepada LNA agar mundur dari Sirte dan Al-Jafra.

Baca: Pentagon: Turki Kirim 3,800 Militan Suriah ke Libya

“Kami mengikuti beberapa perkembangan terakhir, jadi tidak ada yang gegabah, karena kami juga tidak akan membiarkannya, ”ujarnya dalam sebuah rapat pemerintahannya, seperti dikutip Anadolu.

Parlemen Mesir Senin lalu memperkenankan angkatan bersenjata negara ini untuk “menjaga keamanan nasional” dan mengirim pasukan ke luar perbatasan barat.

Baca: Soal Libya, Kairo Sebut Ankara Pertaruhkan Kemampuan Bangsa Turki

Pada tanggal 20 Juni, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi dalam pidato di depan para petinggi militernya di wilayah yang berbatasan dengan Libya menyebutkan kemungkinan “misi militer eksternal jika diperlukan,” dan menyatakan bahwa “setiap intervensi langsung (militer Mesir) di Libya memiliki legitimasi internasional”. (mm/raialyoum/amn)

DISKUSI: