Turki: Daripada Tekan Saudi, AS Sebaiknya Cabut Sanksinya terhadap Iran

0
261

Istanbul, LiputanIslam.com   Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengecam “intimidasi” AS terhadap Arab Saudi menyusul keputusan OPEC+ mengurangi produksi minyak meskipun ditentang oleh AS.

“Kami melihat bahwa sebuah negara telah mengancam Arab Saudi, terutama baru-baru ini. Intimidasi ini tidak benar,” kata Cavusoglu pada konferensi pers di Turki selatan, Jumat (21/10).

Presiden AS Joe Biden pekan lalu mengatakan bahwa hubungan AS-Saudi akan menghadapi “konsekuensi” setelah OPEC + memutuskan untuk mengurangi produksi minyaknya.

Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan menegaskan bahwa keputusan OPEC + itu murni bermotif ekonomi, yang diambil oleh negara-negara anggota dengan suara bulat.

“Kami pikir tidak tepat bagi AS untuk menggunakannya sebagai elemen tekanan terhadap Arab Saudi atau negara lain dengan cara ini,” kata Cavusoglu. Menurut Rai Al-Youm, negara lain yang dimaksud adalah Iran.

Turki, negara pengimpor minyak, tahun ini berusaha memulihkan hubungannya dengan Arab Saudi, setelah hubungan antara keduanya memburuk akibat kasus pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi pada 2018.

Turki saat ini mencari dukungan keuangan eksternal untuk meningkatkan ekonominya yang dilanda krisis menjelang pemilu tahun depan.

Pada April lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan pembicaraan langsung dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di  Saudi, setelah pengadilan Turki menutup persidangan pembunuhan Khashoggi. (mm/raialyoum)

Baca juga:

AS Pertimbangkan Penurunan Hubungan Diplomatik dan Militernya dengan Saudi

Persekutuan Rapuh AS-Saudi dan Terancamnya MbS

DISKUSI: