Turki dan Israel Berharap Dapat Perbaiki Hubungan Bilateral

0
234

Ankara, LiputanIslam.com –  Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa di Turki menyatakan bahwa  negara ini dan Israel bersepakat untuk berusaha memperbaiki hubungan bilateral antara keduanya setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan kontak telefon dengan Presiden Israel Isaac Herzog.

Kedua negara terlibat saling usir duta besar setelah berselisih tajam mengenai isu Palestina pada tahun 2018. Ankara mengecam tindakan agresif Israel di Tepi Barat dan perlakuannya terhadap orang-orang Palestina, sementara Israel mendesak Turki agar menghentikan dukungannya kepada Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza.

Kedua pihak saling mendesak untuk kembali kepada posisi semula untuk pendekatan dan pemulihan hubungan bilateral.

Seperti pernah diberitakan, Kantor Kepresiden Turki, Senin lalu mengumumkan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengadakan kontak telefon dengan Presiden Israel Isaac Herzog .

Dalam panggilan telefon itu Erdogan mengucapkan selamat atas pelantikan  Herzog sebagai presiden Israel, dan menyatakan bahwa hubungan antara Turki dan Israel penting bagi Timur Tengah dan terbuka kemungkinan bagi kerjasama antara keduanya.

Jubir Partai Keadilan dan Pembangunan Turki Omer Celik menyebutkan bahwa usai rapat partai ini “kerangka kerja telah mengkristal usai komunikasi ini, yang pada gilirannya akan menghasilkan kemajuan dalam berbagai urusan yang dapat diperbaiki dan diambil langkah-langkah menuju penyelesaian perselisihan”.

Celik juga menyatakan bahwa isu Palestina merupakan salah satu perkara yang hendak dibicarakan oleh Turki dengan Israel, dan bahwa bidang-bidang lain seperti pariwisata dan perdagangan harus menguntungkan kedua belah pihak.

Selama ini hubungan perdagangan antara Turki-Israel tetap terjalin kuat meski hubungan diplomatiknya mengalami krisis. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Menhan Israel: Kita Harus Siap Menghadapi Negara “Berkekuatan Nuklir” Iran

[Video]: Hizbullah Rilis Video Penawanan Tentara Zionis, Jurnalis Israel Mengkonfirmasi

DISKUSI: