Terpantau Satelit Asing, Iran Bangun Kapal Raksasa Baru

0
30

Teheran, LiputanIslam.com Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dilaporkan sedang membangun kapal pendukung berukuran besar bernama Shahid Mahdavi di dekat Selat Hormuz  dengan tujuan memperluas kehadiran angkatan lautnya di perairan yang penting untuk pasokan energi internasional dan sekitarnya, menurut citra satelit yang diperoleh oleh Associated Press.

Kapal Shahid Mahdavi akan berfungsi sebagai pangkalan apung besar untuk mengoperasikan kapal-kapal cepat kecil yang sebagian besar merupakan armadanya.

“Mereka melihat ke luar Teluk Persia, ke perairan biru Laut Arab, Laut Merah, dan Samudra Hindia bagian utara,” kata Farzin Nadimi dari Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat yang mempelajari militer Iran.

Kapal Shahid Mahdavi diduga merupakan modifikasi dari kapal kargo Iran Sarfin, karena memiliki struktur dan kurva yang sama.

Gambar satelit dari perusahaan Planet Labs PBC menunjukkan kedatangan kapal Sarfin di Dok Industri Maritim Shahid Darvichi yang bernaung di bawah Kementerian Pertahanan Iran di sebelah barat Bandar Abbas pada akhir Juli.

Kapal Shahid Mahdavi dilengkapi senjata antipesawat di haluan dan buritan, menurut H.I. Sutton, seorang ahli kapal perang.

Gambar beresolusi tinggi dari dermaga yang diambil pada Sabtu lalu menunjukkan bahwa kapal Shahid Mahdavi masih berada di galangan kapal. Tepat di sebelahnya, salah satu kapal selam serang diesel kelas Kilo Iran sedang menjalani perbaikan menyeluruh.

Ketika citra kapal Shahid Mahdavi menyebar di Internet, Kantor Berita Fars, yang dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut kapal itu “kota laut bergerak” yang mampu “menjamin keamanan jalur komersial Iran serta hak-hak pelaut dan nelayan Iran di laut lepas”.

Kapal-kapal demikian  sebelumnya telah digunakan sebagai pangkalan apung di kawasan terutama oleh Angkatan Laut AS selama “perang tanker” pada 1980-an, ketika ranjau Iran meledak terhadap kapal minyak mentahdalam perang, dan Angkatan Laut AS mulai mengawal kapal hingga keluar dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz.

Selama konflik, Pasukan Khusus AS mengubah kapal dagang menjadi pangkalan operasi maju. Angkatan Laut AS masih bekerja dengan ide yang sama sampai sekarang, karena USS Lewis B Puller, basis Armada Kelima di Timur Tengah, dirancang sebagai kapal tanker minyak.

“Tampaknya Shahid Mahdavi akan dikonfigurasi untuk menjadi pangkalan peluncuran maju, mirip kapal Amerika Poller, yang tentara Iran telah melihat kegunaannya sebagai platform untuk perang eksplorasi dan proyeksi kekuatan, “kata Michael Connell, anggota staf riset Center for Naval Analyses (CNA), yang berbasis di Virginia, AS.

IRGC selama ini bertugas patroli di Selat Hormuz dan Teluk Persia, sementara Angkatan Laut Iran berpatroli di laut dan samudera di luarnya. Kapal Shahid Mahdavi yang akan menjadi kapal terbesar armada IRGC berpotensi memberi pasukan elit Iran ini kemampuan memperluas kehadirannya di perairan yang sebelumnya berada di bawah patroli angkatan laut.

Timothy Hawkins, juru bicara Armada Kelima AS, menolak berkomentar secara khusus tentang kapal ini, dengan mengatakan:, “Kami berhati-hati untuk tidak membahas hal-hal yang berkaitan dengan intelijen.”

Farzin Nadimi mengatakan bahwa kapal Shahid Mahdavi dapat memainkan peran dalam operasi spionase dan sabotase yang dilakukan oleh Pengawal Revolusi, dan juga dapat dilengkapi dengan rudal jarak jauh. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Saudi Nyatakan Kemajuan dalam Perundingan dengan Iran “Tidak Cukup”

Iran Surati Sekjen PBB Soal Pembunuhan Perwira IRGC

DISKUSI: