Tentara Suriah Hampir Kuasai Kota Strategis Saraqib di Idlib, 400-an Orang Tewas

0
242

Saraqib, LiputanIslam.com –  Tentara Suriah terus bergerak maju dan nyaris mengusai kota strategis Saraqib di barat laut negara ini dalam pertempuran yang dikabarkan telah menjatuhkan korban tewas dari kedua belah pihak sebanyak lebih dari 400 orang.

Sejak Desember 2019 tentara Suriah yang didukung pasukan Rusia melancarkan operasi militer secara masif terhadap kelompok-kelompok teroris dan pemberontak, terutama Hayat Tahrir al-Shams (HTS) alias Jabhat al-Nusra di berbagai kawasan Provinsi Idlib yang dikuasai HTS dan kelompok-kelompok bersenjata lain.

Belakangan ini tentara Suriah menggempur mereka di kawasan sekitar Saraqib di bagian selatan Provinsi Idlib dan kawasan Rashidin di bagian barat Provinsi Aleppo yang berbatasan dengan Provinsi Idlib.

Direktur Eksekutif Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) Rami Abdulrahman mengatakan kepada AFP, “Pertempuran sengit berlangsung di selatan kota Saraqib di mana tentara rezim (Suriah) sudah berada di jarak sekitar 2 kilometer darinya.”

Seperti daerah-daerah lain di sekitarnya, kota Saraqib sudah ditinggal oleh penduduknya yang memilih mengungsi sejak terjadi pergerakan maju tentara Suriah, yang pada Rabu lalu mengumumkan keberhasilannya menguasai Maarat al-Nouman, kota kedua terbesar di Provinsi Idlib.

Baca: Tentara Suriah Kuasai Penuh Kota Kota Kedua Terbesar di Provinsi Idlib

Pertempuran berlangsung di kawasan-kawasan yang dilintasi oleh sebagian jalur internasional strategis yang menghubungkan Aleppo dengan Damaskus, yaitu jalur yang dikenal dengan nama “Umm Fayef” yang membentang di beberapa kota Suriah dari Hamah, Homs hingga perbatasan di selatan antara Suriah dan Yordania.

Di Provinsi Idlib jalur itu melintasi beberapa kota penting, yaitu Khan Sheikhoun yang jatuh ke tangan tentara Suriah sejak musim panas 2019, Maarat al-Nouman, dan Saraqib.

Baca: Tentara Suriah Berada di Perbatasan Kawasan Saraqib

Jalan sepanjang 50 kilometer, yang sebagian besar membentang di bagian barat Provinsi Aleppo, pada jalur internasional masih belum dikuasai tentara Suriah.

Sumber militer Suriah, Kamis (31/1/2020), kepada AFP mengatakan, “Tentara Suriah berusaha mengamankan seluruh jalur internasional.”

Dia menambahkan bahwa setelah nanti memasuki Saraqib maka tentara Suriah yang ada di sana akan bergerak untuk bertemu dengan rekan-rekannya yang menyerang dari arah Aleppo dalam pertempuran yang tergolong paling sengit sejak akhir tahun 2016.

Saraqib dipandang strategis karena menjadi titik temu antara Jalur Umm Fayef dan jalur strategis kedua yang dikenal dengan nama “Umm Fawr” yang menghubungan Aleppo dan Idlib dengan Latakia di bagian barat Suriah.

SOHR mencatat bahwa dalam pertempuran yang berlangsung dalam satu minggu terakhir sebanyak lebih dari 400 orang dari kedua belah pihak tewas. (mm/raialyoum)

DISKUSI: