Teheran Sebut Saudi Siap Beralih ke Tingkat Politik dan Terbuka dalam Perundingan dengan Iran

0
153

Teheran, LiputanIslam.com   Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian mengabarkan kesediaan Arab Saudi untuk meningkatkan taraf dialognya dengan Iran dari  tingkat keamanan ke tingkat politik dan secara terbuka.

Dialog Iran-Saudi telah dilakukan berulang kali di Baghdad, ibu kota Irak, dengan tujuan memulihkan hubungan yang terputus sejak beberapa tahun lalu.

Amir-Abdollahian juga menyebutkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait berniat segera meningkatkan perwakilan diplomatik mereka di Teheran ke tingkat duta besar, setelah mereka menguranginya menyusul putusnya hubungan antara Iran dan Arab Saudi.

Sejauh Iran dan Saudi telah mengadakan lima putaran dialog yang dimulai pada tahun lalu. Putaran terakhir diadakan pada April lalu dan dihadiri oleh pejabat dari Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan para petinggi Intelijen Saudi.

“Terkait dengan Arab Saudi, kami melakukan lima putaran negosiasi, terutama di tingkat keamanan, dan kemajuan telah dicapai dalam negosiasi ini,” kata Amir-Abdollahian dalam wawancara dengan televisi pemerintah pada Kamis malam (21/7).

“Minggu lalu kami menerima pesan dari Menteri Luar Negeri Irak (Fouad Hussein) bahwa pihak Saudi siap untuk mengalihkan pembicaraan ke tingkat politik dan  terbuka, dan kami menyatakan kesiapan kami untuk masuknya pembicaraan ke  taraf politik. .”

Dia mengaku berharap perkembangan ini mengarah pada “Pulihnya hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Republik Islam Iran.”

Arab Saudi memutuskan hubungan dengan Iran pada Januari  2016, setelah kedutaan besarnya di Teheran dan konsulatnya di Mashhad diserang oleh masa demonstran yang memrotes eksekusi ulama Syiah Saudi, Syeikh Nimr al-Nimr, oleh otoritas Saudi.

Sesi dialog antara kedua negara dimulai pada April 2021, difasilitasi oleh Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi, yang menjalin hubungan baik dengan kedua belah pihak.

Menteri Luar Negeri Iran menyampaikan pernyataan tersebut beberapa hari setelah UEA mengkonfirmasi pihaknya sedang mempertimbangkan penunjukan duta besar untuk Iran, setelah sekian lama UEA menurunkan taraf perwakilannya menyusul putusnya hubungan Iran-Saudi.

Anwar Gargash, penasihat presiden UEA untuk urusan diplomatik, kepada wartawan mengatakan, “Kami sudah membahas masalah pengiriman duta besar ke Iran. Dia juga menekankan perlunya mengurangi “eskalasi” regional.

Amir-Abdollahian mengatakan, “UEA telah memutuskan untuk mengirim duta besar ke Teheran.” Dia berharap hal ini akan terjadi “segera.”

Dia juga mengabarkan adanya langkah serupa dari Kuwait.

“Kuwait mengajukan duta besarnya dan kami setuju,” katanya.

Duta Besar Kuwait yang baru akan tiba di Teheran dalam beberapa hari ke depan. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Heboh Lagi, Beredar Foto Mantan Imam Masjidil Haram Bercelana Pendek, Netizen Arab Beradu Satir

Sanaa: Gencatan Senjata Minus Solusi adalah Kedamaian Sementara

DISKUSI: