Teheran Bantah Klaim AL Inggris Sita Kapal Penyelundup Senjata Iran untuk Yaman

0
126

Teheran, LiputanIslam.com   Teheran menepis keras klaim Angkatan Laut Inggris telah menyita sebuah kapal yang menyelundupkan senjata Iran, termasuk rudal anti-tank, di lepas pantai Teluk Oman dalam operasi gabungan dengan pasukan AS.

“Negara-negara yang telah menyebabkan kematian orang  (Yaman) dan kehancuran Yaman dengan mengirimkan senjata senilai miliaran dolar ke koalisi perang (yang dipimpin Saudi) tidak dapat membebaskan diri mereka sendiri dengan menuduh orang lain,” ungkap juru bicara Kemlu Iran Nasser Kan ani, Jumat (3/3).

Dia mengatakan negara-negara penghasut perang  serta pengekspor senjata dan peralatan terbesar ke zona kritis di dunia telah “membuat klaim palsu dan menyebarkan berita palsu” untuk menyesatkan opini publik global.

Juru bicara Iran mendesak negara-negara ini untuk mengakhiri pendekatan “oportunistik” mereka dalam perang yang dipimpin Saudi di Yaman alih-alih melalaikan tanggung jawab mereka dalam “perang yang dipaksakan terhadap rakyat Yaman yang tak berdaya dan tertindas.”

AL Kerajaan Inggris Kamis lalu mengklaim bahwa sebuah kapal Iran, yang berlayar dari Iran menuju selatan dengan kecepatan tinggi selama jam-jam gelap telah dicegat oleh pasukan dari fregat Inggris HMS Lancaster sebelum dapat berlayar kembali ke perairan teritorial Iran pada tanggal 23 Februari.

Menurut Armada Kelima AS yang berbasis di Bahrain, penyitaan itu terjadi di sepanjang rute yang secara historis digunakan untuk menyelundupkan senjata ke Yaman.

Iran dalam beberapa kesempatan menolak klaim Barat tentang penyelundupan senjata ke Yaman, dan menegaskan kembali dukungannya untuk solusi politik, bukan solusi militer untuk konflik di negara Arab itu.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, Kanaani menolak klaim bahwa Angkatan Laut Prancis pada bulan Januari lalu telah menyita ribuan senjata dan amunisi yang dipasok Iran menuju ke Yaman karena bermotivasi politik.

Sebuah laporan oleh badan amal Oxfam pada bulan Januari mengungkapkan bahwa senjata yang dipasok oleh Inggris dan AS ke koalisi pimpinan Saudi di Yaman yang dilanda perang telah menewaskan sedikitnya 839 warga sipil dan melukai 1.775 lainnya hanya dalam waktu setahun.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa koalisi pimpinan Saudi menggunakan senjata yang dipasok hanya oleh Inggris dan AS dalam ratusan serangan yang menyasar warga sipil Yaman antara Januari 2021 dan akhir Februari 2022. (mm/presstv)

Baca juga:

Iran Rencanakan Latihan Militer Bersama dengan Negara-Negara Pesisir Samudera Hindia

AS Gusar Brasil Izinkan Kapal Perang Iran Berlabuh di Rio de Janeiro

DISKUSI: