
Kabul, LiputanIslam.com – Kelompok Taliban yang berkuasa di Afghanistan menanggapi klaim Iran bahwa para pemimpin kelompok teroris ISIS telah dikirim ke Afghanistan.
“Jika Iran memiliki intelijen bahwa anggota DAISH (ISIS) telah dipindahkan ke Afghanistan, kami berharap (mereka) membagikannya sehingga pasukan keamanan Afghanistan dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” kata Abdul Qahar Balkhi, juru bicara kementerian luar negeri Taliban, di Twitter, Sabtu (22/7).
“Emirat Islam Afghanistan telah dengan cermat berperang melawan ISIS selama dan setelah pendudukan berakhir,” tambahnya.
Balkhi juga mendesak otoritas Iran untuk mengambil sikap konstruktif terhadap masalah ekonomi, politik, dan sosial.
Selain itu, Balkhi menegaskan pemerintah Taliban “tidak akan membiarkan siapa pun” mengancam keamanan negara, “atau menggunakan wilayah kami untuk melawan pihak lain”.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan kepada televisi pemerintah dalam sebuah wawancara pekan lalu bahwa para pemimpin ISIS telah dikirim ke Afghanistan dari Irak, Suriah, dan Libya dalam beberapa bulan terakhir.
“Ini adalah salah satu tantangan yang dihadapi Taliban,” tambahnya.
Afiliasi ISIS di Provinsi Khorasan, ISKP, telah menjadi ancaman terbesar bagi otoritas Taliban, dan mengklaim bertanggung jawab atas beberapa serangan.
Ratusan orang tewas dan terluka, termasuk orang asing dan anggota komunitas minoritas Syiah Hazara, dalam serangan yang dilakukan oleh ISKP dalam upaya melemahkan pemerintahan Taliban.
Kelompok bersenjata itu juga telah membunuh pejabat administrasi Taliban, termasuk gubernur provinsi utara Balkh dalam serangan di kantornya pada Maret dan penjabat gubernur provinsi timur laut Badakhshan bulan ini.
Pemerintahan Taliban telah melancarkan tindakan keras terhadap anggota ISKP, dan menggerebek tempat persembunyiannya di beberapa provinsi. (mm/aljazeera)
Baca juga:
Ayatullah Khamenei Serukan “Hukuman Terberat” terhadap Penista Al-Quran di Swedia
Presiden Iran: Kecaman Swedia terhadap Penistaan Al-Quran Tidak Cukup