Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi mengecam keras sikap pemerintah Swedia terhadap penodaan Al-Quran di wilayahnya, dan mengatakan bahwa kecaman Stockholm atas tindakan keji itu sangat tidak cukup.
“Rilis pernyataan pemerintah Swedia mengutuk penghinaan terhadap Al-Quran sama sekali tidak cukup dan pemerintah ini harus membawa para pelaku kejahatan ini ke pengadilan,” tegas Raisi, Sabtu (22/7).
Seperti diketahui, seorang pengungsi Irak yang mendapat suaka di Swedia, Salwan Momika, telah dua melakukan aksi penistaan terhadap kitab suci umat Islam. Pertama dia melakukan hal itu depan masjid terbesar Stockholm pada akhir Juni, dan untuk kedua kalinya di luar Kedubes Irak di kota yang sama pada hari Kamis lalu dengan mendapat perlindungan ketat dari polisi Swedia.
Aksi itu memancing gelombang protes di seluruh dunia Muslim, termasuk di Iran, dan semua negara Muslim mengeluarkan kecaman keras atas tindakan keji tersebut.
Mengingat bahwa masa jabatan duta besar Iran dan Swedia saat ini telah berakhir, kepala eksekutif Iran mengatakan dia telah memerintahkan Kementerian Luar Negeri untuk tidak melanjutkan pertukaran duta besar baru antara kedua negara.
Iran juga telah memanggil utusan Swedia ke Teheran untuk menyampaikan protes keras terhadap pemerintah Swedia.
Pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan negaranya tidak akan menerima duta besar baru Swedia menyusul penodaan Al-Quran di negara Skandinavia itu.
“Berdasarkan perintah Presiden (Ebrahim Raeisi), duta besar Swedia yang baru tidak akan diizinkan kembali ke Iran sampai pemerintah negara itu mengambil tindakan serius dan efektif untuk menangani pelanggaran terus-menerus terhadap kesucian Islam,” kata Amir-Abdollahian dalam wawancara televisi.
Presiden Raisi turut menyerukan “hukuman terberat” bagi pelaku penodaan Al-Quran di Swedia, setelah seruan yang sama dinyatakan oleh Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei.
Ayatullah Khamenei memperingatkan bahwa dengan mendukung pelaku penistaan kitab suci Al-Quran, pemerintah Swedia telah memancing kebencian dan permusuhan negara-negara Muslim dan banyak pemerintah mereka.
“Seperti yang ditunjukkan oleh Pemimpin Revolusi Islam, insiden ini adalah perkembangan konspirasi dan berbahaya dan dukungan pemerintah Swedia untuk tindakan kriminal ini setara dengan melakukan pertempuran melawan dunia Muslim,” kata presiden Iran.
Iran juga telah menulis surat kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, mendesak badan dunia itu untuk mengambil tindakan keras terhadap tindakan penistaan demikian dan meminta negara-negara anggotanya untuk mencegah pengulangannya. (mm/presstv)
Baca juga: