Takut Hizbullah, Tentara Israel Minta Penjelasan Soal Kegiatan di Blok Karish

0
23

TelAviv, LiputanIslam.com  Tentara Israel  meminta pihak-pihak terkait di negara Zionis ilegal membuat klarifikasi mengenai ladang gas lepas pantai Karish, dan mendesak supaya tidak dilakukan tindakan provokatif yang akan meningkatkan ketegangan Israel dengan Hizbullah, demikian dilaporkan oleh media Israel, Jumat (16/9).

Saluran 13 Israel menyebutkan, “Kekhawatiran akan konfrontasi dengan Hizbullah telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir terkait platform gas di Karish. Meskipun Israel mengumumkan bahwa tahap selanjutnya dari aktivasi platform ini akan segera dimulai, namun hal itu telah menjadi indikasi tersendiri bahwa pembicaraan bukanlah seputar ekstraksi gas darinya. Pesan itu dirancang atas permintaan institusi keamanan.”

Koresponden urusan politik saluran tersebut, Maria Wahlberg, mengatakan, “Klarifikasi ini tidak dibuat dengan sia-sia, melainkan ditujukan terutama ke telinga Hizbullah, karena mereka di Israel tidak ingin menciptakan, memprovokasi, dan meningkatkan ketegangan, terlebih karena ketegangan pada dasarnya sudah ada dalam masalah ini.”

Wahlberg juga menyebutkan, “Ada ketidaksepakatan pada para pemimpin Israel mengenai teks pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Energi ini. Badan profesional percaya bahwa klarifikasi ini tidak boleh diberikan dalam masalah ekstraksi gas alam, sementara pihak-pihak di tentara meminta agar klarifikasi ini dikeluarkan oleh Kementerian Energi agar tidak ada peningkatan ketegangan dengan Hizbullah.”

Menurut Wahlberg,  pada akhir bulan ini, platform itu seharusnya mulai mengekstraksi gas, namun para pemimpin Israel mengharapkan penundaan, terutama, karena alasan teknis, dan bahwa hal ini tak kaitannya ada hubungannya dengan masalah keamanan.

Pada 11 September lalu, sumber informasi mengungkapkan kepada saluran Al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon bahwa utusan AS untuk demarkasi perbatasan laut, Amos Hochstein, menyerahkan koordinat garis pelampung laut kepada Lebanon, dan menjelaskan bahwa koordinat ini merupakan ” poin terakhir yang harus dinegosiasikan,” sebagai persiapan untuk mengirimkan “penawaran penuhnya” pada minggu depan. (mm/almayadeen)

Baca juga:

Sengketa Ladang Gas, Israel Mengaku Siap Membalas Sengit Jika Diserang Hizbullah

Menhan Israel: Iran Gunakan Banyak Instalasi Militer di Suriah untuk Produksi Rudal

DISKUSI: