
Jenin, LiputanIslam.com – Dua bocah Palestina, termasuk anak laki-laki berusia sembilan tahun, telah ditembak mati oleh pasukan Israel di kamp pengungsi Jenin di bagian utara wilayah pendudukan Tepi Barat.
Kementerian Kesehatan Palestina, Rabu (29/11), mengumumkan bahwa Adam al-Ghoul, 9 tahun, dan Basil Suleiman Abu al-Wafa, 15 tahun, dibunuh oleh tentara Zionis di kamp tersebut.
Pada Selasa malam, pasukan Israel melancarkan serangan habis-habisan terhadap kamp tersebut, yang merupakan kantung utama perlawanan dan telah diserang berulang kali selama setahun terakhir, terutama sejak serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan.
Penduduk setempat mengatakan kepada kantor berita Wafa bahwa pasukan Israel memaksa penduduk lingkungan Damj meninggalkan rumah mereka di bawah todongan senjata, setelah “penghancuran besar-besaran” oleh persenjataan Israel.
Rekaman CCTV pembunuhan Ghoul disambut dengan kemarahan di media sosial.
Ghoul terlihat berlari sebelum terjatuh mati akibat luka tembak. Anak laki-laki lain kemudian terlihat menyeretnya keluar jalan, dengan darah menggenang di bawah Ghoul.
“Tidak bersenjata dan melarikan diri,” tulis Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zumlot, di platform X.
“Tetapi tentara Israel masih membunuh anak ini di #Jenin hari ini dengan cara yang sama seperti mereka membunuh ribuan anak di Gaza,” sambungnya.
Setidaknya 227 warga Palestina dibunuh oleh tentara dan pemukim Israel di Tepi Barat dalam 50 hari, dan lebih dari 3.000 orang ditahan.
Pada Rabu dini hari juga pasukan Israel melancarkan serangkaian penggerebekan di beberapa kamp pengungsi lainnya di Tepi Barat. (mm/mee)
Baca juga: